PDIP bakal Marah Jika Jokowi Jadi Ketum Golkar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Setya Novanto kini telah mendekam di Rutan Tahana Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Wacana untuk menggantikannya sebagai Ketua Umum Golkar kian memanas. Bahkan nama Presiden Joko Widodo (jokowi) disebu-sebut layak untuk memimpin Partai Berlambang beringin itu.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai, tidak akan mungkin Jokowi menjadi Ketum Golkar. Pertama kata, Ujang, Jokowi bukan kader Golkar, dan ini akan membuat suasan politik tidak kondusif. “PDIP pasti marah,” kata Ujang.

Meskipun marah, lanjut Ujang, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu tak akan bisa berbuat apa-apa. Hal yang paling mungkin, menurut Ujang, adalah mencabut dukungan untuk Jokowi yang notabene kadernya di Pilpres 2019.

“Bisa saja terjadi (pencabutan dukungan ke Jokowi). Tapi tentu PDIP akan melihat baik dan buruknya terlebih dahulu,” tukasnya.

Yang ke dua kata Ujang, Jokowi tidak mungkin akan menjadi Ketua Umum Golkar, karena itu akan melanggar peraturannya yang dibuat sendiri.

“(Jokowi) akan mengingkari ucapan dan perintahnya sendiri. Kan Pak Jokowi meminta ketua umum partai tidak boleh merangkap jabatan sebagai Menteri. Termasuk Pak JK (Wapres Jusuf Kalla) juga tidak menjadi ketua partai. Masa memberi contoh yang tidak baik,” ujar Ujang.

“Saya rasa Pak Jokowi tidak akan mau menjadi ketum Golkar. Karena kan menjilat ludahnya sendiri,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji mengakui bahwa tokoh dari luar Golkar bisa diusulkan untuk menjabat ketum. Apalagi, selama ini partai beringin memiliki kedekatan dengan Jokowi yang ditunjukkan lewat dukungan politik untuk Pilpres 2019.

“Tentu bisa kalau Jokowi jadi kader Golkar lebih dulu. Lebih baik tanyakan ke Pak Jokowi mau masuk Golkar atau tidak,” kata Sarmuji usai diskusi ‘Beringin Diterpa Angin’ di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11). (rml/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...