Waspada! Warga Diminta Segera Menjauh dari Gunung Agung

Selasa, 28 November 2017 21:13

FAJAR.CO.ID, BALI – Kondisi Gunung Agung kian mengkhawatirkan. Bahkan, salah seoarang petugas di Pos Pantau Rendang mengingatkan semua yang sedang standbye untuk segera meninggalkan pos pantau yang lokasinya 12 Km dari kawah puncak.Rupanya, Gunung terbesar di Bali ini tengah mengalami peningkatan gempa tremor menerus yang drastis pada pukul 13.00 wita-14.00 wita. “Bapak-bapak warga sekalian mohon tinggalkan tempat ini,” ujar salah satu petugas pos pantau Rendang.Mendengar adanya imbauan ini, tentu masyarakat yang berada di Pos Pantau sontak beranjak meningalkan lokasi. Pun demikian, tak jarang justru ada yang kembali berdatangan untuk mengkonfirmasi adanya imbauan tersebut via HT.Dijumpai di Pos Pantau Rendang Kabid Mitigasi Gunung Api PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) I Gede Suantika menjelaskan, selama Gunung Agung mengalami peningkatan aktivitas vulkanik, gempa tremor terjadi terus menerus.Hanya, kata dia, kini Gunung Agung mengalami fenomena pertama kali yakni Trenor Overscale (melebihi skala).Dikatakan lebih lanjut bahwa kondisi ini menunjukkan Gunung Agung memasuki fase kritis menuju letusan lebih besar.“Sudah masuki fase yang sangat kritis untuk erupsi yang lebih besar. Seperti material vulkanik cukup besar, baru kali ini mencatat adanya tremor overscale,” jelas Suantika.Dijelaskan Suantika bahwa gempa overscale adalah gempa dengan amplitudo melebihi 23 milimeter. Dengan kata lain mencapai titik maksimal rekaman seismograf, bahkan bisa lebih sehingga seismograf tidak bisa mencatat amplitudonya.“Karena itulah warga sekitar diminta menjauh dari pos pantau untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.Suantika menuturkan bahwa gempa Overscale yang terjadi secara terus-menerus tertangkap oleh seismograf di 11 titik yang terpasang di sekitar Gunung Agung. Hanya saja amplitudonya tinggi yakni mencapai 23 atau lebih. “Kita antisipasi hal-hal buruk,” katanya. (Fajar/jpg)

Komentar