Bandingkan Emil dan Jokowi, Mendagri: Presiden Tidak Tinggalkan Janji Politik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Pencalonan Bupati Trenggalek, Emil Dardak, mendampingi Khofifah Indar Parawansa pada Pilgub Jawa Timur 2018 turut dikomentari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tjahjo Kumolo.

Tjahjo menilai sah-sah saja jika sang kepala daerah mencalonkan diri dalam pilkada saat masa jabatannya belum rampung. Namun, kata Tjahjo, dia telah bekerja dengan baik untuk daerahnya.

Tak hanya itu, Tjahjo bahkan membandingkan pencalonan Emil dengan Joko Widodo saat mencalonkan diri sebagai presiden RI periode 2014-2019. Saat itu, Jokowi baru menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta sejak 2012.

“Ini kan mulai menarik setelah kemarin keberhasilan Pak Jokowi. Beliau jadi presiden tidak meninggalkan janji politik di DKI, lho. Dia bangun LRT, bangun jalan, bangun semua,” kata Tjahjo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Tjahjo pun mengaku dirinya tak mempermasalahkan pencalonan Emil yang tidak melalui partai yang membesarkan namanya, PDI Perjuangan.

Bahkan, mantan Sekjen PDIP itu juga tak menyalahkan Partai Demokrat yang mengusung Khofifah-Emil sebagai bakal cagub dan cawagub Jawa Timur di Pilkada 2018.

“Bukan salah partainya. Bukan salah siapa yang mengajak. Selama bisa diajak, ya diajak saja kalau dia dianggap mampu menambah suara. Tetapi (soal) etika, masyarakat yang menilai,” ujarnya.

Diketahui, Partai Demokrat dan Partai Golkar telah secara resmi menyatakan dukungannya untuk pasangan Khofifah-Emil pada Pilkada Jatim yang akan datang. Atas hal itu, PDI Perjuangan akhirnya memutuskan untuk memecat suami artis Arumi Bachsin tersebut.

Sementara tiga partai politik lain yang dari awal mendukung Khofifah di Pilgub Jatim, yaitu Partai NasDem, Partai Hanura, dan PPP, belum kembali menyatakan dukungannya setelah Khofifah menggandeng Emil. (put/JPC/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...