Jelang Akhir Tahun, Komisi Energi DPR Sidak Pasokan BBM di Makassar

Rabu, 29 November 2017 - 17:36 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Menjelang akhir tahun 2017 konsumsi terhadap permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) meningkat. Untuk menjaga agar stok persediaan dan suplai BBM terkendali, Komisi VII DPR RI menggelar inspeksi mendadak Pertamina Makassar.

Komisi yang mengurus masalah energi ini melihat langsung stok persediaan bbm terutama yang premium, pertalite, pertamax dan solar, sehingga diperlukan adanya inspeksi mendadak ke beberapa SPBU-SPBU baik yang dikelola PT Pertamina maupun swasta.

Anggota DPR RI, Tamsil Linrung mengatakan, inspeksi mendadak ini diharapkan ada perbaikan secara menyeluruh yang dilakukan pemerintah melalui PT Pertamina untuk mengatur tata kelola persediaan stok BBM di setiap SPBU-SPBU. Sehingga ketika terjadi lonjakan kenaikan permintaan bbm oleh masyarakat, harga dan persediaan bbm bisa terkendali dan terpenuhi sehingga tidak lagi terjadi kelangkaan BBM di Makassar.

Sementara, Tenaga Ahli pendamping Komisi VII DPR RI, Ridwan mengatakan, dari kunjungan Spesifik terkait persediaan stok BBM di beberapa SPBU-SPBU yang dikelola PT Pertamina dan swasta di Makassar diperoleh beberapa kesimpulan sehingga masalah kelangkaan BBM tidak terjadi. Setiap SPBU minimal tersedia satu hingga dua mobil tangki yang siap memasok BBM sehingga persediaan stok terjaga.

“Diperkirakan menjelang akhir tahun 2017 permintaan akan BBM akan meningkat sehingga akan menimbulkan antrian panjang kendaraan roda dua ataupun empat di setiap SPBU-SPBU. Maka, diperlukan pihak keamanan atau security untuk selalu standby di setiap SPBU untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Para pegawai yang bekerja di SPBU-SPBU yang dikelola PT Pertamina atau swasta bekerja secara profesional dan berintegritas sehingga kecil kemungkinan adanya kecurangan dalam pengisian BBM,” jelasnya.

Berdasarkan kesimpulan diatas tambah Ridwan, maka direkomendasikan beberapa hal seperti adanya peningkatkan disiplin kerja Pegawai SPBU PT Pertamina maupun swasta sehingga pelayanan dalam pengisian BBM di setiap SPBU berjalan baik dan memuaskan masyarakat. Memperkuat pengawasan internal terkait dengan aktifitas pengisian BBM disetiap SPBU-SPBU untuk menghindari penyimpangan ataupun kecurangan dalam proses pengisiannya.

“Perlunya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) para pegawai SPBU sehingga mereka dapat bekerja secara profesional dan berintegritas sehingga bisa meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat dengan baik,” tutupnya. (rls)