Pengguna Medsos Dilarang Rekam Pertandingan Selama Asian Games 2018 Berlangsung

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Ketua Pelaksana Panitia Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir melarang para pengguna media sosial (medsos) merekam pertandingan berupa platform yang bisa menayangkan video secara langsung. Menurut pemilik saham Inter Milan itu, penayangan live dilarang jika mereka secara penuh merekam, namun pihaknya mengaku tetap akan berupaya penuh melindung pemegang hak siar, salah satunya dengan cara penggunaan kamera profesional dalam arena pertandingan. “Jangan lupa ada konten yang tidak di bawah Asian Games 2018, yaitu konten tim Indonesia itu yang paling mahal. Saya rasa pasti ada suatu sistem yang akan mengurangi itu jika masih dilakukan,” ujarnya Ia menghimbau, untuk perekaman pertandingan bagi para jurnalis non pemegang hak siar hanya diperbolehkan mengambil gambar pertandingan dengan batasan waktu lima menit khusus untuk pemberitaan. “Bahwa sesuai dengan rating temen media lain yang ingin meliput boleh saja, tetapi tentu itu ada batasannya hanya 5 menit saja untuk news. yang live tidak bisa,” ungkapnya. Tapi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, hingga membuahkan keuntungan bagi yang melakukannya. Maka pihaknya mengatakan perlu duduk bersama-sama untuk menetapkan aturan mainnya. Karena jika ada yang melakukan, maka pihaknya bisa melakukan geo-blocking. “Akan kita ajak ngobrol kalau masih ngeyel,” ucapnya sembari tertawa. Di tempat berbeda, Direktur Broadcast Inasgoc Linda Wahyudi mengatakan, hak siar di Indonesia untuk siaran pertandingan dipegang oleh grup Emtek dan tanpa seizin mereka tidak boleh ada yang melakukan siaran di arena pertandingan.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan