Pilkada di Sultra Masuk Kategori Rawan

Rabu, 29 November 2017 09:09

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemilihan kepala daerah di Sultra masuk kategori rawan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat memberikan koefisien 2,81 dengan kategori tingkat kerawanan sedang. Sedangkan kerawanan tinggi ada di pilkada Konawe dengan koefisien 3,07 (standar koefisien rawan adalah 3,0). Untuk Kolaka dan Baubau mendapat penilaian kerawanan sedang dengan nilai masing-masing 2,52 dan 2,05.Peluncuran indeks kerawanan pilkada (IKP) 2018 ini diharapkan bisa membantu pemerintah daerah beserta pihak terkait untuk mengantisipasinya sejak dini. Ketua Bawaslu RI Abhan mengungkapkan, kerawanan yang terjadi di Sultra dipicu oleh variabel integritas penyelenggara dan profesionalitas penyelenggara.“Tingkat kerawanan berada diangka 3,00. Hal itu dinilai dari pilkada sebelumnya. Dimana ada putusan DKPP yang memberhentikan 5 anggota KPU Provinsi Sultra. Mereka dinilai melanggar asas mandiri, jujur, adil dan proporsional,” kata Abhan di kantornya, Bawaslu RI di Jakarta, selasa (28/11).Selain itu, Abhan juga menjelaskan bahwa pada Pemilu 2014, DKPP juga memberhentikan satu anggota Panwaslu dan satu anggota diberi peringatan keras di Kota Kendari. “DKPP juga memberhentikan satu orang PPK dan memberikan peringatan keras kepada empat orang KPU Kota Kendari.Selain itu, pada Pemilu 2014 masih banyak ditemukan daftar pemilih yang bermasalah. Seperti data pemilih ganda, fiktif, meninggal dunia, belum cukup umur dan TNI/Polri yang masih aktiv,” jelasnya.Namun, Abhan mengungkapkan bahwa prinsipnya tidak ada satu pun provinsi yang masuk dalam kategori kerawanan rendah. “Namun kita harapkan data ini bisa menjadi pembantu para pihak yang berkaitan agar dapat menyelenggarakan pilkada dengan baik,” tuturnya.

Bagikan berita ini:
9
8
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar