Segera Beroperasi, Tarif Awal Kereta Api Bandara Soekarno Hatta Rp. 20.000

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta (KA BSH) akan beroperasi pada Desember 2017 dengan rute Sudiman Baru-Bandara. Satu perjalanan KA BSH membutuhkan waktu kurang lebih 55 menit dan melayani Stasiun Duri, Batuceper, Bandara Soetta PP.

Pada tahap awal pengoperasian hingga 31 Desember 2017, diberlakukan tarif promosi antara Rp 20.000 hingga Rp 30.000. Sedangkan mulai 1 Januari 2018, bisa diterapkan tarif normal Rp 100.000.

Keberadaan KA BSH diharapkan mampu menambah alternatif transportasi umum bagi masyarakat dan memperbaiki akses bandara terbesar di Indonesia itu. “Pengalaman membuktikan bahwa pengoperasi KA Bandara Kualanamu ternyata mampu memperbaiki rating Bandara Kulanamu terkait aksesibilitas,” ujar Direktur Utama Railink Heru Kuswanto, Selasa (28/11).

Adapun jarak tempuh yang dilayani KA BSH dari Manggarai sampai Bandara Soetta sepanjang 36,3 km. Rinciannya, jalur eksisting (Manggarai-Batuceper) sepanjang 24,2 km dan track baru (Batuceper-Bandara Soetta) sepanjang 12,1 km. “Kedepannya diharapkan KA Bandara dapat memperluas jangkauan layanan hingga ke Bekasi, Bogor, Jakarta kota, dan lain-lain,” tambah Heru.

Dalam struktur proyek KA BSH, terdapat pembagian tugas antara induk perusahaan (PT KAI dan PT Angkasa Pura II) dan anak perusahaan (PT Railink). Investasi sarana dilakukan oleh PT Railink dengan membeli electric multiple unit (EMU) atau Kereta Rel Listrik (KRL) baru dari Konsorsium Bombardier Transportation Swedia dan PT INKA sebanyak 10 trainset KRL (6 car per trainset).

Kapasitas per trainset sebanyak 272 penumpang. Total pengadaan trainset tersebut memiliki nilai 70,4 juta dolar Amerika Serikat dengan pendanaan melalui sindikasi perbankan (BRI, BNI, Mandiri, BCA) dan self financing PT Railink. Lama produksi sarana oleh Konsorsium Bombardier dan INKA selama 16 bulan sejak dibuka LC.

Untuk meningkatkan kinerja perusahaan, Railink membangun sistem ticketing secara inhouse bernama ARTS (Airport Railway Ticketing System) yang merupakan produk sistem ticketing pertama dibangun oleh KAI Group.

Sistem ARTS dibangun dengan mengadopsi perkembangan ITC mutakhir berbasis cashless, mampu melayani pembayaran dengan kartu apa pun (kartu kredit, kartu debit, kartu prepaid dan T-cash), serta tanpa loket dan tanpa petugas loket.

Chanel pembayaran menggunakan single EDC, ATM, e-commerce dengan menggandeng mitra perbankan yang terdiri dari 4 bank anggota Himpinan Bank Milik Negara (Himbara) dan 6 bank swasta. (Fajar/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...