“Umat Gelar Reuni 212, Kok Rezim Jokowi Sewot?”

Kamis, 30 November 2017 10:37

FAJAR.CO.ID — Seperti aksi damai sebelum-sebelumnya, rencana Reuni Akbar 212 yang akan digelar pada 2 Desember 2017 oleh berbagai elemen yang tergabung dalam solidaritas Aksi Bela Islam kembali menjadi perhatian besar.Ketua Kajian Politik Presidium Alumni 212, Faizal Assegaf, menerangkan, gerakan konsolidasi umat tersebut adalah bagian dari dinamika demokrasi dan sejauh ini terbukti berlangsug damai dan bermartabat.”Tapi lucunya, rezim Jokowi serta pendukungnya terlihat panik dan terkesan alergi dengan aktivitas Aksi Bela Islam. Lucu, kalau demo kawanan kotak-kotak yang berlangsung anarkis dan dilakukan hingga malam dibiarkan. Tapi, giliran umat Islam turun ke jalan secara damai, kok rezim Jokowi sewot?” tutur Faizal, yang juga Ketua Progres 98, Kamis (30/11/2017).

Ketua Kajian Politik Presidium Alumni 212, Faizal Assegaf (kiri) bersama Prof Amien Rais. (Foto: IST/FAJAR.co.id)
Menurut Faizal, sikap dikriminasi yang ditunjukan oleh penguasa mencerminkan bobroknya kepemimpinan nasional serta berpotensi memicu kemarahan rakyat.”Segala modus licik yang bertujuan menghalangi Reuni Akbar 212 sangat disayangkan. Perilaku arogansi tersebut memperlihatkan watak kemunafikan dan kebodohan penguasa menghadapi kebebasan berpendapat,” imbuhnya.Jokowi dan loyalisnya, lanjut Faizal, selama ini mengklaim diri sebagai pihak yang sangat toleran dan demokratis. “Tapi faktanya mereka tidak siap menghadapi gelombang kebangkitan umat Islam yang menuntut keadilan,” kata Faizal.Ia menekankan bahwa Reuni Akbar 212 harus terus digelorakan sebagai upaya umat melawan segala bentuk ketidakadilan di negeri ini. “Jangan takut dengan berbagai teror serta intimidasi! Semua itu akan jadi sia-sia bila umat bersatu dan istiqomah,” tuntasnya. (*/fajar)

Bagikan berita ini:
4
9
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar