Menlu RI Kritik Rencana AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

  • Bagikan
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi

FAJAR.CO.ID — Pemerintah Indonesia menanggapi serius rencana Pemerintah Amerikas Serikat yang ingin mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel.Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, sudah memanggil Dubes Amerika Serikat, Joseph R. Donovan Jr, ke kantornya jalan Taman Pejambon, Senin (4/12/2017).Dalam pertemuan tersebut, Retno menyampaikan keprihatinan Indonesia terkait berita rencana pengumuman pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota Israel.”Rencana tersebut akan mengancam proses perdamaian Israel-Palestina,” tulis Retno melalui akun twitter resmi kementerian Luar Negeri @Portal_Kemenlu_RI, Senin (4/12).Dalam pertemuan itu Joseph menyampaikan sejauh ini pemerintah Amerika Serikat belum mengambil keputusan final.”Presiden Trump belum mengambil keputusan final mengenai masalah ini,” seperti ditulis kicauan Retno dalam akun @Portal_Kemenlu_RI.Bukan Indonesia saja yang mengkritisi rencana Trump mengkritisi rencana Trump. Sejumlah negara di timur tengah angkat bicara mengenai keinginan AS.Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi melalui sambungan telepon ke Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, Ayman menegaskan bahwa sangat penting untuk mempertahankan status Yerusalem untuk menghindari terjadinya ketegangan lebih lanjut.”Perlu untuk menjaga status historis dan legal Yerusalem dan menahan diri dari keputusan apapun yang bertujuan untuk mengubah status tersebut,” kata Safadi kepada Tillerson, seperti dilansir Channel News Asia.Wakil Perdana Menteri Turki, Bekir Bozdag juga menyatakan, status Yerusalem telah ditentukan oleh kesepakatan internasional, dan bahwa pelestarian akan hal itu penting untuk perdamaian di wilayah tersebut.

  • Bagikan