Pil PCC Targetkan Anak-Anak dan Remaja

Selasa, 5 Desember 2017 - 19:38 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso menegaskan bahwa peredaran pil Paracetamol Caffein Carsiprodol (PCC) menyasar anak-anak dan remaja. Dengan harga murah dan efek yang ditimbulkannya, membuat para pelajar dan remaja ketagihan dan ingin mendapatkannya lagi.

Penegasan ini disampaikan Buwas usai melakukan pengungkapan di pabrik pil PCC di Solo, Senin (4/12). “Memang targetnya para anak-anak dan remaja, dengan harga yang hanya Rp 4.000 sampai Rp 5.000 dengan mudah akan didapatkan oleh para pelajar,” terang Buwas kepada JawaPos.com.

Penggunaan pil PCC ini tentu membahayakan generasi muda. Pasalnya sifat adiktifnya membuat pemakai kecanduan. Selanjutnya, mereka akan diarahkan untuk menggunakan narkoba. “Jadi pertama dikasih pil PCC ini, nantinya setelah kecanduan baru ganti narkoba,” tambahnya.

Penyebaran pil PCC dari pabrik yang ada di Kota Solo sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Tetapi yang terbanyak adalah Kalimantan dan juga Sulawesi.

Buwas menambahkan, efek atau dampak dari mengonsumsi pil PCC adalah perilakunya seperti zombie. Dan inilah yang terjadi di Kendari beberapa waktu lalu. Di mana ada 62 pelajar yang menggunakan pil ini dan berperilaku layaknya zombie.

“Obat ini bikin fly, yang mengonsumsinya bisa seperti zombie. Biasanya ini dicampur dengan kopi atau minuman keras lainnya,” tandasnya.

Untuk itu, Buwas pun meminta kepada pihak berwenang, seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) segera turun tangan untuk mengawasi dan mencegah peredaran obat berbahaya ini. “Jangan hanya berbicara kewenangan, tapi yang berwenang tidak ada tanggungjawabnya. Ini berbicara tentang nasib para generasi penerus,” tegasnya. (Fajar/JPC)