Kasus Gantung Diri Sulit Diteliti Karena TKP Sering Dirusak

Rabu, 6 Desember 2017 21:15

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Tragedi bunuh diri kerap menimbulkan beragam pertanyaan. Mulai penyebabnya hingga bukti autentik bahwa korban meninggal karena menghabisi nyawa sendiri. Seperti yang terjadi pada Freddy Asnawi (47), warga Kompleks Arisko, Blok G II, RT 37, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan.

Minggu (3/12) jelang petang, Freddy ditemukan tergantung di dapur rumahnya. Aparat penegak hukum seolah menemukan jalan buntu terkait penyebab tewasnya ayah satu anak itu. Pasalnya, bukan aparat berseragam cokelat yang menurunkan jasad Freddy, melainkan Heni (35), perempuan yang baru dinikahinya sebulan lalu. Kedatangan polisi sedikit terlambat. “Anggota datang, jasad sudah dilarikan ke RSUD AW Sjahranie,” ujar Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Chandra Hermawan.Nah, karena tindakan yang dilakukan tanpa sepengetahuan aparat, polisi bisa kebingungan mencari tahu penyebab tewasnya Freddy.Media ini berusaha mengorek informasi tentang keputusan Freddy mengakhiri nyawanya dengan cara tragis. “Hasil dari pemeriksaan istri, ada masalah finansial,” imbuh Chandra. Namun, yang disayangkan, mengapa tidak menunggu polisi datang baru diturunkan. Alasan Heni dalam BAP menjelaskan, nyawa suaminya masih ada saat diturunkan. “Itu tidak dibenarkan,” tegas Chandra.

Bagikan berita ini:
6
2
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar