Perkuat Wilayah Perbatasan, Barantan Gandeng TNI-Polri

Rabu, 6 Desember 2017 16:19

FAJAR.CO.ID, BOGOR – Wilayah perbatasan sering dijadikan sebagai tempat transaksi secara ilegal oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.Wilayah terluar atau perbatasan memang masuk dalam zona rawan terjadinya penyelundupan komoditas pangan strategis seperti beras, jagung, bawang, gula rempah-rempah, daging, hingga narkoba.Guna mengatasi masalah tersebut, Badan Karantina Pertanian (Barantan) menggandeng dua intansi militer TNI-Polri untuk mengamankan wilayah perbatasan di Indonesia dari ancaman yang datang dari luar, terutama di bidang pangan.Kepala Barantan Banun Harpini mengatakan, adapun jalur yang dianggap rawan dan mendapat perhatian khusus ada di pantai timur Sumatera, perbatasan darat Kalimantan, Papua dan Nusa Tenggara Timur serta jalur rawan lainnya.“Aktifitas ini (penyelundupan) tentu dapat mengganggu program pembangunan yang tengah dilakukan Kementerian Pertanian berupa pencapaian swasembada pangan dan peningkatan produksi komoditas pangan  strategis,” kata dia di Hotel Sahira, Bogor, Rabu (6/12).Dia menuturkan, ancaman terhadap ketahanan pangan nasional bukan hanya dari pergadangan global dan serangan hama penyakit hewan serta tumbuhan, namun juga berasal ancaman bio terorisme, bio safety, agro terorisme, biosecurity dan juga ancaman perdagangan ilegal satwa dan tumbuhan endemis Indonesia.

Bagikan berita ini:
5
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar