Nasional

Panglima Ditunjuk ala Sinetron, TNI di Ambang Kemelut

Hadi Tjahjanto, pengganti Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI. (Foto: Jpnn)

FAJAR.CO.ID — Karena berlangsung dramatis dan maraton, penunjukan Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI pengganti Gatot Nurmantyo disebut mirip rekrutmen pemain sinetron cepat saji.

Terang saja Ketua Progres 98, Faizal Assegaf, menyoroti hal ini.

Menurut Faizal, modus pendekatan seleksi tersebut secara tidak langsung menunjukkan kesan yang kurang sreg.

“Katanya Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk menunjuk calon Panglima TNI yang punya integritas, profesional dan visioner. Kok, pendekatan fit and proper test di DPR terkesan hanya seremonial dan mengandalkan tepuk tangan politisi parlemen sebagai legitimasi politik,” kritik Faizal Assegaf dalam keterangannya, Kamis (7/12).

Bahkan celakanya, kata dia, Jenderal Gatot mengaku tidak diberi tahu soal percepatan pergantian Panglima TNI.

“Tentu manuver Istana tersebut sangat tidak sehat dan fatal. Kesan tak elok itu memberi gambaran mengkhawatirkan tentang ketidakharmonisan hubungan Presiden Jokowi dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo,” ujarnya.

Terlebih, keputusan presiden mengajukan calon tunggal Panglima TNI kini terbentur oleh langkah strategis Jenderal Gatot secara mendadak melakukan mutasi 85 Pati TNI.

Faizal menilai walaupun Jenderal Gatot berusaha bersikap elegan, suasana kebatinan di balik pencopotan dirinya tampak tidak mesra dengan sikap tendensi Jokowi. Apalagi kini muncul opini dari kelompok kontra TNI yang makin gencar menyulut hasutan bahwa mutasi 85 Pati harus dianulir oleh presiden dan Panglima TNI yang baru.

Bila hal itu terjadi, simpul dia, maka sudah pasti akan menimbulkan goncangan dalam organisasi TNI.

“Hasilnya, institusi TNI akan terseret dalam kemelut politik dan berakibat menimbulkan kegaduhan jelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019,” tandas mantan aktivis mahasiswa 98 ini. (*/fajar)

 

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!