Diancam Dibunuh, Ibu Ini Datangi Kantor Polisi Minta Anaknya Segera Ditangkap

Selasa, 12 Desember 2017 21:25
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, DELI SERDANG – S Gurusinga menangis tersedu-sedu dan gemetaran di ruang Kanit Reskrim Polsek Patumbak. Perempuan berusia 60 tahun itu ketakutan setelah diancam dibunuh oleh anak kandungnya yang pecandu narkoba.Dia meminta kepada polisi agar anak pertamanya Ferdy Tarigan ditangkap. “Saya minta tolong lah pak. Bantu saya untuk menangkap anak saya ini. Sudah sering saya dianiaya dia,” ungkap Gurusinga sambil menangis, Selasa (12/12).S Gurusinga mengaku sudah tidak tahan dengan prilaku anaknya. Karena setiap dalam pengaruh narkoba, Ferdy selalu mengamuk. Bahkan, suami dari guru SMP itu sampai stroke. “Suami saya sudah enggak bisa apa-apa pak. Tolong lah tangkap dia,” pintanya sambil meneteskan air mata.Saat datang ke Polsek Patumbak, Gurusinga ditemani oleh anggota TNI Sertu R Bangun. Prajurit TNI itu merupakan murid dari S Gurusinga. Ia sengaja menemani gurunya karena kasihan.R Bangun pun sengaja datang menjemput sang guru dari amukan anak kandungnya. “Saya sudah sempat menghajar si Fredy ini. Kalau saya datang, dia lari. Takut dia kalau lihat saya,” papar R Bangun.Selama ini, S Gurusinga selalu mengadu pada R Bagun. Kasihan melihat S Gurusinga, R Bangun kemudian membawa sang guru ke polisi. “Yang bisa menangkap kan polisi. Tapi kalau saya ditelpon ibu ini, saya langsung ke rumahnya. Saya cari si Fredy ini,” tegas Bangun.Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Ainul Yaqin menemui S Gurusinga setelah mendengar ribut-ribut di dekat ruangannya. Dirinya pun menenangkan S Gurusinga dan kemudian mengajaknya ngobrol.Setelah mendengar keluhan warga Jalan Lantasan, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara itu, Yaqin langsung menghubungi sejumlah anggotanya. Ia meminta anggotanya segera menangkap Fredy. S Gurusinga. (Fajar/JPC)

Bagikan berita ini:
9
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar