Persekusi Ustad Abdul Somad, Faizal Assegaf: Jokowi Minta Maaflah..

Selasa, 12 Desember 2017 15:37
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID — Persekusi terhadap Ustad Abdul Somad di Bali, belum lama ini, tidak boleh dianggap remeh. Pemerintah diminta bersikap yang menandakan itikad baik seperti meminta maaf kepada Ustad Abdul Somad.Menurut Ketua Progres 98, Faizal Assegaf, belakangan berbagai aksi kriminal atau tondakan semena-mena kepada tokoh atau elemen Islam semakin gencar. Menurutnya, pangkal terjadinya hal tersebut, lantaran para ulama, ustad atau aktivis masjid giat mengoreksi kacaunya pemerintahan Joko Widodo.”Wajar bila muncul persepsi rezim Jokowi makin represif dan kehilangan akal sehat. Diduga terlibat menjadi aktor utama di balik gerakan anti Islam,” tegasnya.Merujuk pada rangkaian peristiwa penistaan terhadap tokoh-tokoh Islam, lanjut Faizal, tampak begitu jelas korbannya adalah mereka yang bersuara kritis terhadap penguasa. Dibuka oleh kasus kriminalisasi Habib Rizieq, pembubaran HTI hingga tindakan persekusi terhadap Ustad Abdul Somad.”Jika kekuasaan negara telah dikendalikan oleh petugas partai, hasilnya presiden bekerja atas arahan dan kemauan kekuatan di belakangnya. Bila kelompok penyokong Jokowi punya kerjasama strategis dengan Partai Komunis Cina, maka sudah pasti umat Islam akan menjadi musuh utama,” tuturnya.Begitu banyak kegaduhan dan segala rupa ketidakadilan dipertontonkan di masa pemerintahan Jokowi. Termasuk kian resahnya kehidupan umat beragama, di mana umat Islam sebagai mayoritas di negeri semakin difitnah dengan stigma intoleran, anti Pancasila dan sebagainya.Lebih spesifik, terkait kasus yang menimpa ustad Abdul Somad kian memberi indikasi kuat bahwa rezim Jokowi lebih berpihak pada kelompok terkait dan mengabaikan hak serta kebebasan umat Islam.Celakanya tindakan persekusi pada ustad Abdul Somad, seolah direstui oleh penguasa. Dugaan itu tercermin dari sikap sinis dan bungkamnnya Jokowi. Tegasnya, ulama dihinakan, penguasa tutup mata!”Bila Jokowi tidak berpihak pada satu kelompok yang berbau komunis, seyogianya berbesar hati meminta maaf kepada umat Islam, terlebih kepada ustad Abdul Somad dan para ulama yang telah menjadi korban kriminalisasi,” tuntas Faizal Assegaf yang ditulis oleh PepNews. (*)

Bagikan berita ini:
10
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar