Soal Kantor PPP, Pasukan Romi Ancam Pidanakan Orang Djan Faridz Jika Besar Kepala

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kepengurusan M. Romahurmuziy (Romi) telah mengambil alih Kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Pengambilan alih kantor ini setelah hasil putusan Pengadilan dimenangkan oleh PPP Romi. Sekjend PPP, Asrul Sani menjelaskan, pengambilan alih kantor ini setelah Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusan PK pada enam bulan lalu. "Jadi begini, secara hukum kita bicara bukan hanya berdasarkan Undang-Undang, tapi juga berdasarkan putusan Pengadilan. Sekitar 6 bulan lalu, MA telah mengeluarkan putusana PK yang kita sudah sama-sama tahu," kata Asrul kepada wartawan, Selasa (12/12). Selain pengesahan MA, kata Asrul, seluruh gugatan yang dilayangkan oleh Djan Pariz juga sudah ditolak oleh MA atas gugatan tentang SK Menkumham hasil muktamar Pondok Gede 2016 lalu. "Apa yang digugat Djan Faridz adalah tentang SK Menkumha hasil muktamar Pondok Gede tahun 2016 itu ditolak," kata ucap Asrul. Atas penolakan itu, Anggota Komisi III DPR RI itu mengakui tak ada lagi perkara Pengadilan yang putusannya memberikan legalitas kepada Djan Faridz dan pengikutnya. "Gugatannya Djan Faridz itu baik di tingkat MA, tingkat kasasi itu ditolak,  karena itu sudah tidak tersisa satu pun perkara pengadilan yang putusannya memberikan legalitas," jelasnya. "Yang dia tulis di situ itu, putusan yang sudah batal semua. Sudah batal atau sudah dilaksanakan oleh Menteri Hukum dan HAM, dan kemudian sudah ada keputusan pengadilan baru," tambahnya. Untuk itu, Asrul menegaskan, jika ada pihak yang sengaja mengambil alih kantor secara paksa, maka dirinya beserta penguris PPP Romi tak segan-segan mempidanakan mereka.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan