Pria yang Dituduh Memeras Dibebaskan Hakim

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA  –   Hery Susanto Gun atau akrab dipanggil Abun akhirnya bisa menghirup udara bebas. Ini setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Samarinda memvonis Abun tak bersalah atas masalah hukum yang menderanya, yakni dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang di Terminal Peti Kemas Palaran, Selasa (12/12).

Abun divonis bebas bersama Noor Asriansyah atau akrab dipanggil Elly. Mereka berdua oleh majelis hakim yang diketuai AF Joko Sutrisno didampingi anggota Burhanuddin dan Henry Dunant, langsung dinyatakan dilepaskan dari tahanan semenjak putusan bebas dibacakan terhadap mereka berdua.

“Saudara terdakwa Hery Susanto alias Abun tidak terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti secara sah bersama melakukan tindak pidana seperti yang didakwakan penuntut umum, yakni di pasal 368 ayat (1) KUHP juncto pasal 55,” kata Ketua Majelis Hakim AF Joko Sutrino dalam bacaan putusannya.

Dalam keputusannya, Ketua Majelis mengatakan, Abun dinyatakan tidak terbukti melakukan pelanggaran dalam ketentuan pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Pencucian Uang.

“Dakwaan kedua juga kami nyatakan tidak bersama, karenanya dalam bacaan putusan kami yang ketiga meminta agar terdakwa segera dibebaskan dari tahanan setelah putusan ini kami bacakan,” ujarnya dengan tegas.

Untuk diketahui, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Abun dengan dakwaan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

Sementara itu sidang putusan dimulai sekira pukul 14.00 Wita. Awalnya putusan dijadwalkan, Senin (11/12) lalu. Namun, karena ada beberapa persoalan, sehingga pembacaan putusan baru digelarnya pada Selasa (12/12).

Prosesnya sendiri sebelum putusan, aparat kepolisian dikerahkan untuk menjawab ketat proses pembacaan. Abun hadir mengenakan setelan kemeja berwarna biru dan didampingi tiga kuasa hukumnya, yakni Amos, Aryo dan Denny Ngari. (hai/yud/k1)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...