Sopir Angkot Ditemukan Tewas Mengenaskan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Tadi malam (11/12), seorang pria nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Sebastianus Seze berumur 32 tahun, warga RT 01, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat. Ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar kos sewaannya bernomor 3 pada pukul 19.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Tarakan, Sebastian yang bekerja sebagai sopir angkutan kota (angkot), diperkirakan meninggal sekitar 6 jam sebelum ditemukan. Sebab jasadnya sudah dingin dan kaku. Jenis tali yang digunakan berbahan plastik. Secara kasat mata tidak ada bekas kekerasan di tubuh korban.

Saat dihubungi salah seorang kerabat korban, Wilfredus  yang juga tinggal di daerah Kelurahan Karang Anyar Pantai menuturkan awalnya ditelepon oleh istri almarhum. Sesampai di kosan Sebastian, Wilfredus langsung mendobrak pintu, lalu masuk ke dalam rumah. Sontak mereka kaget dan menemukan Sebastian yang mengenakan kaus putih dan celana jin dengan kondisi tergantung.

“Ia benar saya bersama istri almarhum yang mendobrak pintu dan menemukan jasadnya,” ungkap Wilfredus saat dihubungi melalui telepon tadi malam seraya meminta maaf tidak dapat berkomentar banyak, karena harus mengantar jenazah ke kediaman keluarganya di Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara.

Salah seorang kerabat Sebastian, Paulus (24) yang ditemui media ini di kamar mayat RSUD Tarakan menungkapkan, dia tidak mengetahui pasti motif kerabatnya mengakhiri hidup. Sebab, Sebastian memiliki kepribadian yang tertutup. “Mungkin saja dia ada masalah, tapi dipendam sendiri,” tutur Paulus.

Salah seorang rekan kerja mendiang, Oktavianus (35) mengakui Sebastian orang yang baik dan ramah. Sebastian juga tidak pernah bercerita mengenai masalah yang dihadapinya karena lebih tertutup. “Dia sangat baik, tapi memang orangnya agak pendiam,” terang Oktavianus.

Pukul 21.52 Wita saat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, tangisan  sang istri Sebastian, Angel seketika pecah saat jenazah suaminya dibawa masuk ke dalam ambulans. “Sebastiannn. Bastiannn,” kata istrinya menangis histeris. Jenazah langsung dibawa ke Kelurahan Juata Permai untuk disemayamkan di rumah keluarga besarnya.

Sementara itu, Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Ipda Denny Mardiyanto mengatakan, kasus ini masih ditangani pihaknya. Kepolisian belum menyimpulkan motif serta hasil penyelidikan. Namun sementara, korban diduga gantung diri.

“Untuk motif yang melatarbelakangi almarhum melakukan gantung diri, masih dilakukan penyelidikan,” singkatnya. (*/one/nri/lim)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...