Kisah Ajaib Bayi Mungil yang Terlahir dengan Jantung di Luar Tubuh

Kamis, 14 Desember 2017 06:04
Kisah Ajaib Bayi Mungil yang Terlahir dengan Jantung di Luar Tubuh

FAJAR.CO.ID — Inilah Venellope Hope Wilkins. Bayi mungil dari Bulwell, Nottinghamshire, Inggris, yang terlahir dengan jantung berada di luar tubuhnya. Dia lahir pada 22 November lalu.Setelah melewati tiga operasi, jantung Venellope berada di tempat semestinya. Dia pun menjadi bayi pertama di Inggris yang bertahan dengan kondisi mengancam jiwa tersebut.Kisah Venellope menjadi inspirasi. Operasi pertama dijalaninya sejam setelah dia dilahirkan. Sebelumnya, dokter sudah meminta orang tua Venellope, Naomi Findlay (31) dan Dean Wilkins (43), untuk merelakannya saat usia janin masih sembilan minggu.Saat USG ditemukan kalau Venellope mengalami ectopia cordis. Kondisi itu ditandai dengan jantung dan bagian perut tumbuh di luar tubuh. ”Dokter menasehati kami dengan mengatakan kalau aborsi adalah satu-satunya pilihan,” kenang Findlay.Namun saran itu tidak dipedulikan. Findlay tetap mempertahankan bayinya. Venellope pun lahir prematur lewat operasi caesar pada 22 November. Mendapat perawatan intensif di RS Glenfield, Leicester, rangkaian operasi pun disusun untuknya. Tujuannya, memindahkan jantungnya kembali ke dalam dadanya.Para ahli, termasuk konsultan kardiologi mengatakan bahwa mereka tidak pernah menemukan bayi yang bertahan hidup dengan kasus yang sama seperti Venellope di Inggris. ”Saya menangis tersedu-sedu melihatnya. Kami sangat pesimis. Kondisinya sangat buruk saat itu,” kenang Findlay.Namun sedikit cahaya terang terlihat ketika Venellope menangis kencang saat dilahirkan. ”Dia terus menangis kencang selama dua puluh menit setelah dilahirkan. Kami begitu gembira dan berkaca-kaca,” sambung Wilkins.Vanellope kemudian menjalani tiga operasi yang dilakukan oleh sebuah tim yang terdiri atas 50 staf. Segera setelah kelahirannya, dia dibungkus kantong plastik steril demi menjaga kondisinya.

Kondisi Venellope dari waktu ke waktu. (Foto: PA via Daily Mail)
Konsultan ahli gizi Jonathan Cusack mengatakan, pada usia sekitar 50 menit tim dokter merasa Vanellope cukup stabil untuk menjalani operasi pertamanya. ”Kami membawa ahli anestesi, spesialis jantung bawaan, dan tim bedah anak-anak. Kami memulai perjalanan untuk mengembalikan seluruh jantungnya ke dadanya,” kata Cusack.Setelah itu, dia dipindahkan ke unit perawatan intensif anak selama beberapa minggu sementara dia cukup kuat dan cukup besar agar hatinya bisa ditempatkan sepenuhnya di dalam dada dan ditutupi dengan kulitnya.Setelah tujuh hari, dadanya dibuka lebih lebar untuk menciptakan ruang agar jantung itu bisa masuk kembali. Pada bayi, biasanya ada bagian di paru-paru kiri yang menyisakan ruang untuk jantung, tapi dia tidak memilikinya. Namun, selama dua minggu, jantungnya secara alami kembali masuk ke dadanya akibat gravitasi.Setelah itu, operasi ketiga melibatkan pengambilan kulit dari bawah lengannya untuk menutup dadanya. Ahli bedah telah menciptakan jala yang melindungi jantung itu karena dia tidak memiliki tulang rusuk atau tulang dada. (tia/The guardian/Daily Mail/BBC/ce1/JPC) 

Bagikan berita ini:
7
5
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar