Masyarakat Bali Persekusi Ulama, Ini Peringatan PAN Buat Kapolri

Kamis, 14 Desember 2017 - 16:13 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Aksi persekusi terhadap Ustadz Abdul Somad yang dilakukan oleh oknum masyarakat Bali, menjadi ujian terhadap aparat kepolisian dalam menegakan keadilan di bangsa ini.

Kasus persekusi yang dilakukan oleh oknum masyarakat Bali terhadap ulama ternama bangsa ini memantik kemarahan umat Islam di Indonesia, dan khususnya masyarakat Aceh, yang menjadi daerah asal Ustadz lulusan Univeraitas Darrul Hadis, Maroko itu.

Sudah banyak umat Islam dan beberapa pihak telah melaporkan masalah ini ke Bareskrim Polri. Untuk itu, pihak kepolisian diminta tegas mengusut tuntas kasus ini, sekaligus menghindar dari pandangan tebang pilih.

“Kami minta Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan jajarannya untuk serius mengusut peristiwa itu seadil-adilnya. Jangan sampai tebang pilih. Karena sampai saat ini, kami melihat polisi belum melakukan hal-hal yang jelas. Ini pertaruhan bagi polisi, kalau tidak diusut secara tuntas, berarti polisi membiarkan kejadian itu terulang dan terjadi lagi di tempat lain,” kata Yandri kepada awak media di ruang Fraksi PAN, Kamis (14/12).

“Ini pertaruhan bagi kredibilitas polisi, untuk memberikan efek jera. Kami minta polisi melakukan tindakan hukum,” tambahnya.

Lanjut Yandri, bila masalah persekusi terhadap ulama ini tidak diusut secara tuntas, maka polisi jangan menyalahkan dan mengusut masyarakat bila ada kejadian serupa dikemudian hari. Karena, polisi sendiri tidak bisa menindak tegas oknum masyarakat Bali yang terbukti secara terang-terangan melakukan persekusi terhadap ulama.

“Jadi kalau ada masyarakat atau oknum masyarakat nanti yang melakukan hal yang sama, maka jangan polisi melakukan tindakan hukim, kalau yang di Bali itu tidak dilakukan tindakan hukum,” jelasnya.

Ketua DPP PAN itu mengingatkan Kapolri dan jajarannya untuk bersikap adil dalam penegakan hukum, dan menghentikan kasus seperti ini.

“Maka untuk menghentikan semua itu supaya ada efek jera, kami minta betul polisi segera melakukan proses hukum terhadap orang-orang yang melakukan anti Pancasilais di Bali, dan itu tidak toleran,” tegasnya. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.