Rektor Unhas Bantah Tolak Pembangunan Sekolah Ibnu Sina

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Pihak Universitas Hasanuddin (Unhas) membantah tudingan yang dilayangkan pemilik Yayasan Amal Jariyah, Qayyum Munarki, mengenai penolakan pembangunan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ibnu Sina.

Seperti diberitakan, Qayyum menduga Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dwi Ariesta, adalah pelaku utama penolakan pembangunan SIT Ibnu Sina. Hal itu disampaikan Qayyum saat konferensi pers di Kota Makassar, Kamis (14/12/17).

Terkait tudingan tersebut, Humas Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman, angkat bicara. Ia mengatakan, surat yang dikirim Rektor Unhas kepada Kapolda Sulsel tidak berkaitan dengan tolak-menolak.

“Jika yang berkaitan dengan surat penolakan yang disebut Ustad Qayyum, itu tidak benar. Ibu Rektor memang pernah mengirim surat kepada Kapolda, tapi sama sekali tidak berkaitan dengan tolak-menolak (pembangunan sekolah),” kata Ishaq kepada Fajar.co.id lewat WhatsApp.

Humas Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman

Berkaitan dengan fasilitas yang dipakai pada saat melakukan demonstrasi di Balai Kota, Ishaq mengatakan bahwa hal itu keliru jika dikaitkan dengan Rektor Unhas. Pasalnya, lokasi pembangunan tersebut adalah perumahan dosen Unhas.

“Istilah ‘memfasilitasi’ itu yang mungkin keliru. Lokasi pembangunan itu adalah Perumahan Dosen Unhas. Yang tinggal di situ dosen-dosen Unhas, sebagian besar dosen senior dan para profesor. Ada kemungkinan mereka meminjam bis Unhas. Mereka bisa meminjam kendaraan/bis dari mana saja,” tambahnya.

“Kami berharap agar sebaiknya masing-masing pihak menaati saja aturan hukum. Keputusan PTUN sudah ada, tinggal diikuti saja,” tuntas Ishaq. (sul/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...