Bupati Nganjuk Kembali Jadi Tersangka KPK

Jumat, 15 Desember 2017 19:35

Mantan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bupati Nganjuk Tafiqurrahman kembali tersangkut kasus korupsi. Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka penerima gratifikasi.”Perkembangan penanganan perkara di Jawa Timur di proses penyidikan, menetapkan tersangka yaitu TFR, Bupati Nganjuk 2013-2018,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat menggelar konferensi pers di kantornya, Kuningan, Jakarta, Jumat (15/12).Terkait penetapan tersangka terhadap orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk tersebut, KPK katanya menemukan bukti permulaan yang cukup. Febri mengatakan, Taufiqurrahman diduga menerima gratifikasi sekurang-kurangnya sebesar Rp 2 miliar dari dua rekanan kontraktor di Nganjuk.”Masing-masing satu miliar terkait pembangunan infrastruktur di Nganjuk tahun 2015 dan diduga menerima pemberian lain terkait mutasi, promosi jabatan di Kabupaten Nganjuk sebelumnya, dan juga di proyek Kabupaten Nganjuk periode 2016-2017,” papar mantan aktivis antikorupsi tersebut.Atas perbuatannya itu, Taufiqurrahman disangka melanggar Pasal 12 huruf B UU 31/1999 sebagimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor.Dalam penyidikan dugaan penerimaan gratifikasi tersebut, pihaknya katanya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 92 saksi. Cukup banyak saksi yang sama terkait kasus suap yang mereka tangani sejak 25 Oktober 2017.

Bagikan berita ini:
7
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar