Fadli Zon Kesal dengan Putusan MK Soal LGBT

Jumat, 15 Desember 2017 15:25

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tiba-tiba menimbulkan kontroversi. Secara mengejutkan, lembaga penguji undang-undang itu menolak gugatan perbuatan zina dalam kumpul kebo dan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) (LGBT), untuk dipidanakan.‎Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengatakan putusan MK ini dinilai memicu polemik. Sebab LGBT adalah suatu bentu penympangan sosial.”Bagi saya secara pribadi ini satu hal yang kontroversial,” ujar Fadli saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/12).Menurut Wakil Ketua Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut, sebelum MK mengambil satu putusan lebih baik perlu kajian mendalam dan melibatkan para ahli.”Indonesia adalah negara yang Berketuhanan Yang Maha Esa, dan menganut ideologi Pancasila. Masyarakatnya religius baik Islam, Kristen, Hindu, Budha dan lain-lain,” pungkasnya.Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan terkait perluasan aturan soal perzinaan, perkosaan, dan juga pencabulan. Gugatan tersebut terkait perbuatan zina dalam kumpul kebo hingga soal LGBT bisa dipidana.Pihak yang menjadi pemohon ini adalah Guru Besar IPB Euis Sunarti dengan beberapa orang lainnya. Mereka menggugat Pasal 284 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5); Pasal 285 dan Pasal 292 KUHP, yang mengatur soal perzinaan, perkosaan, dan juga pencabulan.Pasal-pasal tersebut saat ini ini dinilai bertentangan dengan UUD 1945. (Fajar/JPC)

Bagikan berita ini:
4
5
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar