Innalillah, Dalam Sehari Dua Nyawa Melayang Tersambar Kereta Api

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Sehari, dua nyawa melayang tersambar kereta api (KA) di Surabaya. Kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki itu sama-sama terjadi di jalur KA lintas Utara, Jumat (15/12).

Informasi yang dihimpun JawaPos.com, peristiwa pertama terjadi di rel KA dekat perkampungan Kandangan sekitar pukul 06.45 WIB. Korban bernama Sarinten, 54, warga Plumpang, Tuban. Sehari-hari, korban tinggal di Banjar Sugihan RT 7/RW IV, Tandes, Surabaya.

Menurut keterangan saksi mata, awalnya korban bercocok tanam di area persawahan dekat rel KA. Selepas itu, korban hendak pulang ke rumah kontrakannya. Sarinten menyusuri rel KA dari arah Timur menuju ke Barat. Saat berjalan di pinggir rel, dia tidak menyadari bahwa ada KA yang melaju kencang dari belakangnya.

Kecelakaan pun tak terhindarkan, dan Sariten tewas di lokasi. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD dr. Soetomo. “Korban terseret sekitar 25 meter,” ungkap salah seorang petugas Linmas yang tidak ingin namanya disebut.

Tragedi kedua terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Lokasinya di perlintasan KA Pondok Benowo Indah, Pakal. Jaraknya sekitar 7 meter dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama.

Korbannya lagi-lagi seorang perempuan bernama Ismiatin, 51, warga Desa Dawuhan, Situbondo. Ismiatin merupakan pekerja rumah tangga di perumahan Pondok Benowo Indah.

Kapolsek Pakal AKP I Gede Made Wasa menjelaskan, korban hendak menyeberang perlintasan KA. “Portal sebenarnya sudah ditutup oleh petugas. Korban juga sudah diteriaki, tapi tidak mendengar,” jelas Made Wasa kepada JawaPos.com.

Ismiatin sama sekali tidak sadar kalau ada kereta yang akan melintas. Dia seperti melamun, pandangannya kosong. Tubuhnya kemudian tersambar KA Ambarawa jurusan Surabaya-Semarang.

Made Wasa melanjutkan, tubuh korban sampai terpental sekitar 60 meter. “Kami koordinasi dengan Tim Inafis Polrestabes Surabaya untuk olah TKP,” lanjut mantan Kanitreskrim Polsek Gubeng tersebut.

Jenazah Ismiatin sempat ditutupi koran sebelum akhirnya ambulans datang. Polisi mengimbau kepada siapapun yang hendak melintasi rel KA agar waspada. Sebab sesuai Undang-undang, KA punya jalur khusus dan tidak bisa disalahkan. (Fajar/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...