Ayah Cabuli Anak Kandung, Lima Tahun Baru Ketahuan

Sabtu, 16 Desember 2017 23:15

FAJAR.CO.ID — Pencabulan ayah terhadap anak kandungnya ini terjadi di Kabupaten Maros, Sulsel. Menimpa seorang seorang anak JA (12) yang masih duduk di bangku kelas 6 SD.JA melaporkan ayah kandungnya, AA (40), pada Jumat (15/12/2017) atas tindakan pencabulan.Setelah menerima laporan, polisi langsung menangkap AA di rumahnya, di Perumahan Haji Banca Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai.AA pun tak mampu berkutik. Ia mengakui perbuatan bejatnya itu.Hal itu diungkapkan Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Maros, Iptu Kasmawati.Iptu Kasmawati mengatakan, dari keterangan korban, ia melapor karena sudah tidak tahan dengan perlakukan ayah kandungnya. Bahkan dia mengaku dilecehkan sejak masih berumur tujuh tahun.”Jadi tadi, korban sendiri yang datang ke Polsek Mandai melapor dengan jalan kaki. Dari pengakuannya dia sudah tidak tahan karena sudah lama dilecehkan oleh ayahnya,” katanya.Setelah menerima laporan itu, kata dia, pihaknya kemudian langsung bergerak dan mengamankan si pelaku di rumahnya.Lebih lanjut, kata dia, pelaku diketahui bekerja sebagai buruh serabutan, yang telah lama ditinggalkan oleh istrinya.”Jadi si korban ini tinggal bersama si pelaku (ayahnya,red) dan neneknya. Ibunya sudah lama pergi,” katanya.Dia mengatakan korban merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Akan tetapi dua saudaranya telah meninggal.Sehingga, korban menjadi anak semata wayang yang sejak kecil dipelihara oleh bapak dan neneknya.Mirisnya lagi, si korban pernah curhat atau menyampaikan hal ini kepada neneknya. Akan tetapi tidak digubris.”Malah neneknya menyampaikan agar hal itu tidak disampaikan kepada orang lain. Dan hanya bilang, bapaknya nanti akan berubah suatu saat,” jelasnya.Ditambahkan Kasmawati, saat ini korban dan pelaku masih berada di Mapolres Maros untuk menjalani pemeriksaan.”Pihak unit PPA juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendampingi korban,” jelasnya. (rin/fajar) 

Bagikan berita ini:
6
2
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar