Aktivis: Professor Jangan Jadikan Dunia Akademik sebagai Ajang Politik Praktis

Minggu, 17 Desember 2017 17:38

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Professor itu merupakan jabatan guru besar yang menandakan seseorang telah menempati ‘maqom’ terhormat di ranah ilmiah. Pada sisi tertentu, seorang profesor adalah guru bangsa yang bermukim dalam dunia kebenaran, kejujuran dan diagram memiliki integritas yang mumpuni. Politik seorang profesor adalah politik kebenaran dan bukan politik praktis.Hal ini dikatakan aktivis NGO Sulsel Andi Sultan menanggapi sikap Guru besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Dr Anzhari dan beberapa guru besar lain yang terhimpun dalam Forum Siaga dengan inisiator antara lain yakni Prof Amran Razak, Prof Syamsul Bachri, Prof Jasmal, Prof Hasnawi Haris, Dr Muhammad Sabri Abdul Rauf, Drs Nur Azis Thalib dan Dr Andi Niniek F Lantara dalam forum group discussion alias (FGD) yang mengklaim bersama 500 professor di Hotel Clarion, Makassar, Selasa (12/12/2017) lalu.Menurut Sultan ajakan para professor untuk mendukung dan berpihak pada salah seorang kandidat pilgub Sulsel 2018 dinilai sangat mencederai dunia ilmiah sekaligus menjadikan dunia akademik sebagai ajang politik praktis.“Ini merupakan catatan kelam dari dunia kampus yang membuat para professor tersebut bukan lagi menjadi ‘corong’ kebenaran dan cendekiawan independen”, ujar Pimpinan Lembaga Mitra Indonesia tersebut, Minggu (17/12/2017)Seharusnya, tambah Sultan seorang profesor berdiri dan bersikap melampaui apa yang disebut politik dukung-mendukung kandidat. Profesor selayaknya hadir untuk menyuarakan keberpihakannya pada kemanusiaan dan pada kemaslatan rakyat secara keseluruhan.

Bagikan berita ini:
4
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar