Giliran Tertangkap Kedua Pengedar Sabu Saling Tunjuk – FAJAR –
Kriminal

Giliran Tertangkap Kedua Pengedar Sabu Saling Tunjuk

ilustrasi
FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Langkah dua incaran Satreskoba Polres Tarakan akhirnya terhenti. Mereka yang diketahui sejak lama mengedarkan sabu berhasil diamankan di Kelurahan Pantai Amal, Rabu (13/12) sekitar pukul 16.00 Wita.

Diketahui, kedua pelaku berinisial AM (47) dan HR (20) merupakan pemasok sabu kepada penikmat sabu-sabu berlatar belakang nelayan dan petani rumput laut.

Saat dikonfirmasi, Perwira Urusan Subbag Humas Ipda Denny Mardiyanto menjelaskan, kedua pelaku beberapa kali ditangkap, namun minim barang bukti. Kali ini keduanya tak dapat berkutik karena adanya satu paket sabu-sabu siap edar. “Saat kami amankan, kedua tersangka (AM dan HR) sempat panik ketika melihat kami. Alhasil, makanya tersangka membuang sabu di bawah kandang ayam,” jelasnya saat dikonfirmasi Radar Tarakan, Jumat (15/12).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Denny, saat diamankan ditemukan 12 bungkus sabu berukuran poket kecil siap edar ini disimpan tersangka dalam plastik warna hitam. Saat diperiksa, keduanya saling tuding siapa yang melempar sabu dan siapa pemilik sabu. Namun, keduanya akhirnya mengakui merupakan pengedar sabu di kawasan tersebut, akhirnya keduanya digiring ke Polres Tarakan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Memang tersangka ini sudah lama dilaporkan warga karena sudah sangat meresahkan, tadi ada juga Ketua RT juga yang menyaksikan penggeledahan di rumah tersangka. Apalagi, di rumahnya ini selalu ramai biar subuh dini hari,” bebernya.

Dijelaskannya, selain tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa 12 bungkus plastik berisi sabu dengan berat 2,05 gram. Berikut 2 buah plastik bening, 2 buah serokan kecil, kresek warna hitam yang digunakan untuk membungkus, sebuah HP Samsung warna hitam dan sebuah alat bong lengkap dengan pipet kaca.

“Biasanya harga sabu yang ditawarkan Rp 100 ribu, harga nelayan katanya. Dua tersangka ini, menjual sabu ke kalangan petani rumput laut dan nelayan. Kalau ada pembeli mau rasa dulu, disediakan juga tempat khusus di dalam rumahnya untuk pembeli coba barang dagangannya,” ujar Ipda Denny.

Demi mempertanggungjawabkan perbuatannya, AM dan HR dijerat dengan pasal 112 ayat 2 juncto pasal 114 ayat 2, Undang-Undang nomor 35 tahun 2005 tentang Narkotika, ancamannya kepemilikan sabu di atas 5 gram minimal pidana 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (*/sep/lim)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!