KPU Minimalisir Masalah Soal Data Pemilih di Luar Negeri

Minggu, 17 Desember 2017 06:17
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID — Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku telah menerima Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan dan data Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di luar negeri dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).Melalui dukungan lembaga Kemendagri dan Kemenlu, KPU menyatakan bahwa data pemilih semakin tahun semakin baik, dan problemnya semakin sedikit. Termasuk soal data pemilih yang tinggal di luar negeri.”Kalau dulu masing-masing lembaga punya data sendiri-sendiri, baik KPU, BPS, maupun Kemendagri, dan datanya berbeda-beda. Sekarang, sistem sudah terintegrasi, bahkan KPU sudah diberi akses untuk bisa masuk ke server Kemendagri, sehingga realtime perubahan data bisa dilakukan,” tutur Ketua KPU RI, Arief Budiman, Jumat (15/12/2017).Kemendagri dan Kemenlu sekarang juga saling mengakses sehingga data penduduk WNI di luar negeri bisa jauh lebih baik.Hal ini dapat mengurangi potensi konflik juga, karena data kependudukan di luar negeri yang bermasalah sering dijadikan konflik. Data kependudukan di luar negeri itu besar dan tersebar di banyak negara, pada pemilu 2019 nanti ada 132 perwakilan titik pemilu di luar negeri.”Selisihnya juga semakin baik. Pada Pemilu 2014, ada data 10 juta dianggap bermasalah, akhirnya turun menjadi 10 juta, turun lagi menjadi 2 juta, hingga pada Pilkada 2017 selisih hanya 1 jutaan atau 1,2 persen. Data sempurna itu sulit, karena ada yang meninggal, menjadi anggota TNI Polri. Namun target selisih di bawah setengah persen,” jelas Arief.

Bagikan:

Komentar