Permintaan Elpiji Melonjak Jelang Natal dan Tahun Baru

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID -- Senior Vice President Non Fuel Marketing PT Pertamina, Basuki Trikora Putra, menyatakan, permintaan elpiji mengalami peningkatan empat persen dari hari biasa 23.023 metrik ton (MT) menjadi 23.916 MT. ”Ketahanan pasokan elpiji yang disiapkan cukup untuk 14,5 hari. Hingga akhir tahun pun ada kargo masuk 44 ribu metrik ton pada 16 Desember,” ujarnya, Jumat (15/12/2017). Lonjakan permintaan terutama terjadi di daerah-daerah yang mayoritas masyarakatnya merayakan Natal seperti wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara. Ketahanan pasokan bahan bakar minyak (BBM )juga telah ditingkatkan menjadi 27,4 hari. Pada hari biasa, rata-rata ketahanan pasokan hanya menyentuh 22 hari. Perincian ketahanan stok BMM tersebut adalah premium cukup untuk 27,4 hari, pertamax 19,6 hari, pertalite 20,3 hari, avtur 21 hari, dan kerosene untuk 21,5 hari. ”Jadi, posisi ketahanan sangat kuat. Saat ini kami berusaha terus mendorong terminal paling akhir yang bisa melayani masyarakat,” kata SVP Fuel Marketing & Distribution PT Pertamina (Persero) Gigih Wahyu Hari Irianto. Direktur Pemasaran Pertamina Muhammad Iskandar menjelaskan, sejumlah kawasan wisata juga berpotensi mengalami lonjakan. Misalnya, di Jogjakarta yang mendapat pengalihan turis dari Bali. Konsumsi BBM akan meningkat dua persen dari 31.971 kiloliter (KL) menjadi 32.610 KL. Konsumsi pertalite mengalami kenaikan 12 persen dari 42.201 KL menjadi 47.430 KL dan pertamax naik sebesar tujuh persen dari 16 ribu KL menjadi 17.150 KL.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan