Gerindra Terancam Tak Punya Calon di Pilgub Jatim

Kamis, 21 Desember 2017 18:43

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Bakal calon gubernur Jatim La Nyalla Mattaliti kehabisan waktu. Hingga berita ini diturunkan, Ketua Kepala Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jatim belum juga mendapat koalisi untuk memenuhi kekurangan kursi yang dimiliki Partai Gerindra untuk bisa mengusung calon.Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Hendro Tri Subiantoro mengatakan, hingga jelang empat jam batas surat tugas yang diberikan DPP Partai gerindra kepada La Nyalla belum ada laporan yang masuk. “Hingga sekarang belum ada komunikasi dengan Bang Nyalla,” ujar Hendro saat dikonfirmasi melalui selulernya, Rabu (20/12).Hendro menegaskan, syarat batas waktu yang diberikan kepada La Nyalla sudah bersifat mutlak. Artinya tidak ada lagi waktu tambahan. Jika nantinya memang tidak memenuhi persyaratan yang diberikan, maka pihaknya telah menyiapkan beberapa skema alternatif.“Sesuai dengan instruksi ketua (DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyatno, Red), kami akan menyiapkan tiga alternatif,” ungkapnya.Pertama, Partai Gerindra akan dengan mendukung salah satu pasangan calon yang sudah ada. Yakni, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)–Abdullah Azwar Anas dan Khofifah Indar Parawansa–Emil Elistianto Dardak Yang memang, diakuinya, selama ini komunikasi Gerindra dengan kedua pasangan calon sudah berjalan cukup baik.“Kedua, bisa saja tetap mengupayakan kembali terbentuknya poros ketiga. Nama baru bakal dihadirkan. Selain Bang Nyalla,” bebernya.Kemungkinan terbukanya poros ketiga masih tetap ada. Pasalnya, Hendro mengaku, hingga sekarang komunikasi dengan PAN dan PKS masih tetap terjalin. Tentunya dengan figur baru diluar nama La Nyalla.Atau opsi ketiga, yaitu Gerindra akan memilih absen pada Pilgub Jatim 2018. Tidak menutup kemungkinan bagi Gerindra mengambil opsi ini, karena kedua calon sama-sama berasal dari Nahdlatul Ulama (NU).“Kami menghormati kiai-kiai baik yang ada di Gus Ipul maupun kiai-kiai yang ada di kubu Khofifah. Karena sama-sama orang NU yang maju,” tuturnya.Opsi ketiga ini paling akhir diambil. Tentunya dengan semua resiko yang mungkin terjadi dampaknya pada partai kepala burung Garuda tersebut. Kendati demikian, dirinya menegaskan bahwa semua kemungkinan tetap akan terjadi sebelum pedaftaran ke KPU Jatim terakhir pada 8 Januari.“Tentu dong sebelum pendaftaran di KPU Jatim tutup kami tetap optimis,” tandasnya.Sementara itu, La Nyalla Mattaliti mengaku telah menemui Ketum PAN Zulkifli Hasan. Seusai menemui Zulkilfi, ia langsung menghubungi Ketua DPW PAN Jatim Masfuk terkait koalisi poros baru di Pilgub Jatim 2018 mendatang. Namun, sayangnya upaya ketua Kadin Jatim ini menemui jalan buntu.“Saya sudah cek ke Masfuk (ketua DPW PAN Jatim,red), katanya urusan DPP kok dikembalikan ke DPW,” kata La Nyalla.Terpisah Bendahara DPW PAN Jatim Agus Maimun mengaku hingga detik ini tidak ada komunikasi dengan La Nyalla. Komunikasi hanya terjadi dengan bakal cagub yang ada. Yaitu Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa. Meski begitu, PAN Jatim tetap optimis bakal mengusung calon lain.“Tokoh lain banyak. Pak Yoto pasti, Masfuk juga bisa,” kata Agus.Namun terlepas dari itu, Ketua Fraksi PAN DPRD Jatim ini menegaskan, partainya tidak bisa berdiri sendiri karena banyak variable. Bahkan orang yang didukung PAN juga belum tentu cocok. “Contohnya kita menyodorkan nama Masfuk banyak yang mau, tetapi Masfuk yang tidak mau. Maunya hanya dengan si-C atau si-D,” tandasnya. (Fajar/JPC)

Bagikan berita ini:
5
4
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar