KPK Kecewa Hukuman OC Kaligis Dipangkas 3 Tahun

  • Bagikan
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengaku ada masalah dalam pemberian izin lahan di Indonesia.
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kecewa dengan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait pengurangan masa hukuman penjara terpidana kasus suap, Otto Cornelis (OC) Kaligis. Menurut Wakil Ketua KP Laode M Syarief, hal ini tidak sejalan dengan ide keras pemerintah yang ingin memberantas korupsi. "KPK tentu kecewa, apalagi kalau kita bicara tentang efek jera dalam pemberantasan korupsi," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (22/12). Kendati menyesalkan putusan tersebut, KPK tetap menghormatinya. Sebab, peninjauan kembali (PK) ke MA, merupakan langkah hukum luar biasa dan tak upay hukum lagi yang dilakukan penegak hukum terkait putusan itu. "KPK sebagai lembaga penegak hukum tetap hormati putusan pengadilan," tegas Laode. Namun dia berharap ke depannya tetap ada konsen dan komitmen yang lebih kuat dari pengadilan untuk pemberantasan korupsi. Terutama hukuman yang maksimal, baik pidana penjara ataupun bentuk hukuman lain seperti denda, uang pengganti, atau hukuman tambahan lain. "Karena kita sering dikritik publik tentang efek jera yang lemah karena hukuman yang rendah," tukas Laode. Senada dengan KPK, aktivis antikorupsi dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Lalola Ester juga menyatakan kekecewaanya atas putusan PK yang meringankan hukuman Kaligis. "Ini sangat disayangkan, karena putusan di pengadilan negeri, pengadilan tinggi, dan kasasi, kecenderungannya memperberat hukuman bagi terdakwa," kata Lola kepada JawaPos.com. Namun, kendati kecewa, pihaknya tidak bisa melakukan langkah upaya hukum karena PK merupakah upaya hukum terakhir yang dimiliki oleh terpidana dan ahli warisnya." Gak ada upaya hukum lagi," imbuh Lola.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan