90 Persen Nelayan Belum Terlindung Asuransi

FAJAR.CO.ID, MALANG – Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) mencatat, nelayan di Kabupaten Malang yang memegang kartu asuransi mencapai 1.275 orang pada 2017. Terjadi peningkatan, karena tahun lalu nelayan yang sudah menjadi peserta asuransi baru 729 orang.

Namun, angka tersebut masih kurang dari 10 persen dari total nelayan di Kabupaten Malang. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Malang mencatat di wilayahnya ada 13.000 nelayan.

Kepala DKP KabupatDinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Malangen Malang Endang Retnowati menargetkan, nelayan yang terlindung asuransi mencapai 50 persen pada tahun depan. “Naik setengah saja. Sekitar 600 orang saya kira sudah bagus,” kata Endang kepada JawaPos.com, Sabtu (23/12).

Endang menjelaskan, ada perbedaan perlakuan mengenai klaim asuransi senpanjang 2016 dan 2017. Pada 2016, kematian alami masih mendapatkan santunan. Namun untuk tahun ini sudah tidak lagi diberikan santunan. Kecuali jika meninggal karena kecelakaan kerja.

Kematian akibat kecelakaan saat penangkapan ikan mendapatkan klaim Rp 200 juta. Kematian akibat kecelakaan kerja Rp 160 juta. Selanjutnya cacat tetap mendapat Rp 100 juta dan biaya pengobatan Rp 20 juta. “Kemudian tahun 2017 ada pembagian klaim berdasarkan usia,” imbuh Endang.

Asuransi nelayan sudah mulai disosialisasikan sejak beberapa tahun lalu. Hasilnya, sekitar 700-an orang bergabung pada 2016. Sementara 2017 menjadi sekitar 1.200 nelayan. Tujuannya dari asuransi tak lain adalah memberi jaminan jika ada kejadian buruk yang menimpa nelayan. Sehingga keluarganya tidak terlantarkan dan sengsara. (Fajar/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin

Comment

Loading...