Musim Hujan, Produksi Garam Tak Capai Target

Sabtu, 23 Desember 2017 - 20:52 WIB

FAJAR.CO.ID, BANGIL – Dina Perikanan Kabupaten Pasuruan sudah memastikan produksi garam di tahun 2017 tidak mencapai target. Sampai akhir November lalu, produksi garam hanya mencapai 14.515,2 ton. Jumlah ini hanya sekitar 80 persen dari target akhir tahun sebanyak 18 ribu ton.

Tak terealisasinya target garam ini lantaran sejak pertengahan November lalu, musim hujan sudah mulai sering. Setelah hujan rutin datang, dipastikan kegiatan produksi garam sudah selesai. Dari pendataan Dinas Perikanan produksi garam sepanjang musim kemarau lalu hanya tercapai 14.515,2 ton.

“Hanya sekitar 80 persen dari target. Tapi tetap bagus lantaran produksi garam tahun ini memang hanya sebentar,” jelas Slamet Nurhandoyo, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan.

Slamet menjelaskan bahwa musim kemarau yang seharusnya sudah dimulai pada bulan Juni, mundur sampai bulan pertengahan Juli. Sehingga efektif produksi garam baru dimulai pada pertengahan Juli lalu. Sedangkan musim hujan yang juga sudah datang pada akhir Oktober sehinga produksi garam di akhir waktu juga tidak bisa maksimal.

Dengan produksi yang hanya mencapai 80 persen ini, kata Slamet, sudah jauh lebih baik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1.000 ton saja. Selain jumlah produksi garam lebih baik tahun ini. Dari segi harga petambak garam juga diuntungkan. Di tahun ini karena tingginya permintaan garam, sehingga membuat harga garam juga lebih mahal.

“Untuk harga garam kualitas 1, harganya Rp. 2.000-3.000, dan untuk kualitas 2 harganya Rp. 1.000-2.000. Sehingga membuat petambak garam tetap diuntungkan dengan harga jual garam yang tinggi,” jelasnya. (Fajar/JPR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.