Syarat Nikah 2018, Pengguna Narkoba Bakal Menjomblo Seumur Hidup

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Syarat nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Nunukan, Kalimantan Utara akan bertambah pada tahun 2018.

Kedua calon mempelai wajib mendapatkan surat rekomendasi bebas narkotika dan obat berbahaya (narkoba) dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan sebelum melaksanakan pernikahan.

Syarat ini dikeluarkan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Nunukan setalah adanya Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan BNNK Nunukan, Kamis (21/12) lalu di KUA Kecamatan Nunukan.

Kebijakan ini akan membuat para pengguna narkoba kelimpungan. Bahkan bisa menjomblo seumur hidup. Pasalnya, mereka harus bebas narkoba saat hendak melakukan pernikahan di Nunukan.

Kepala Kemenag Nunukan H. Shaberah S. Ag mengatakan, nota kesepahaman merupakan bagian dari keikutsertaan dan dukungan penuh pihaknya dalam mencegah peredaran narkoba yang begitu memprihatinkan di Kabupaten Nunukan saat ini.

“MoU ini berlaku untuk seluruh KUA yang ada di wilayah Kabupaten Nunukan,” kata H. Shaberah, seperti dilansir prokal.co (grup pojoksatu.id), Sabtu (23/12/2017).

Dikatakan Shaberah, syarat ini wajib disampaikan calon mempelai kepada petugas pencatatan nikah 10 hari sebelum akad nikah dilaksanakan. Namun, jika ingin dilaksanakan sebelum 10 hari saat pendaftaran, maka wajib memiliki rekomendasi dari camat setempat.

“Ketika mendaftar itu sudah disampaikan apa saja syaratnya. Jadi, kedua mempelai sudah bisa mempersiapkan memang sejak awal,” ungkapnya.

Jadi, lanjutnya, jika salah seorang atau kedua mempelai dinyatakan positif, maka bisa saja rencana pernikahan dibatalkan. Sebab, salah seorang atau bahkan keduanya diminta mengikuti rehabilitasi untuk memulihkan diri dari ketergantungan barang haram itu.

“Ya bisa dibatalkan. Atau ditunda dengan dilakukan rehabilitasi kepada calon pengantinnya,” ujar Shaberah.

Kepala BNNK Nunukan, Lamuati, SH membenarkan MoU tersebut. Ia mengatakan, MoU itu merupakan substansi untuk bersinergi melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Nunukan.

“Setiap calon pengantin agar melakukan pemeriksaan urine guna menciptakan generasi yang bebas dari penyalahgunaan narkotika,” ujar Lamuati saat dikonfirmasi kemarin.

Mengenai biaya, lanjutnya, sudah pasti dibebankan kepada kedua calon mempelai pengantin. Karena, ada alat tes urine yang dapat dibeli di sejumlah apotek yang ada di Nunukan.

“Hanya beli alatnya saja. Pemeriksaan dan surat rekomendasi dari kami itu gratis,” tegas Lamuati.

Menurutnya, dengan adanya hal seperti itu, tentunya ada kekhawatiran pecandu itu untuk berhenti. Karena jika positif pengguna narkoba, maka dapat berdampak terhadap rencana pernikahan mereka.

Upaya pencegahan seperti ini sangat bersinergi dengan upaya yang selama ini dilakukan dengan Kemenag Nunukan. Karena, seluruh penyuluh yang bernaung di bawah Kemenag Nunukan itu diminta agar menyampaikan sosialisasi tentang bahaya narkoba di setiap melakukan penyuluhan kepada masyarakat.

“Begitu juga dalam pelaksanaan rehabilitasi rawat jalan. Akan melibatkan penyuluh agama untuk memberikan siraman rohani,” pungkasnya. (Fajar/pojoksatu)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...