Ini Alasan Menkumham Beri Remisi ke Koruptor

Senin, 25 Desember 2017 18:06

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM membebaskan 175 dari 9.333 narapidana (napi) nasrani pada perayaan Natal tahun 2017. Sisanya, 9.158 napi yang mendapatkan remisi pengurangan masa tahanan.Kasus yang dilakukan para napi yang mendapatkan remisi itu beragam. Mulai dari tindak pidana umum maupun tindak pidana korupsi. Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yassona H Laoly mengatakan, remisi hendaknya dimaknai sebagai pengargaan bagi mereka yang dinilai telah mencapai penyadaran diri.Itu tercermin dalam sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma agama dan norma sosial di dalam masyarakat. “Bagi mereka yang memperoleh remisi sepatutnya bersyukur kepada Tuhan YME. Sebab remisi merupakan hikmah yang layak narapidana terima karena telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif yang ditetapkan,” ujarnya melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (25/12).Sementara itu, Sekretaris Ditjen PAS Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, remisi yang diberikan antara 15 hari sampai dengan 2 bulan, tergantung lamanya napi telah menjalani hukuman. Napi yang mendapat remisi telah berkelakuan baik selama minimal 6 bulan.Lebih jauh dia mengatakan, pemberian remisi Natal kepada 9.333 warga binaan, selain sebagai reward bagi yang telah berkelakuan baik dan aktif dalam kegiatan pembinaan, tapi juga potensial menghemat anggaran negara lebih dari Rp 3,8 miliar.”Karena adanya penghematan 260.760 hari tinggal dikalikan biaya makan per orang napi per hari sebesar Rp 14,000, ” kata mantan Karo Perencanaan Kementrian Hukum dan HAM itu.

Bagikan berita ini:
8
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar