China dan Rusia Menentang Resolusi PBB Terkait Rohingya

Selasa, 26 Desember 2017 - 01:01 WIB
Para pengungsi Rohingya dalam perjalanan ke Bangladesh. (Foto: Reuters)

FAJAR.CO.ID — Resolusi PBB meminta Myanmar untuk mengizinkan akses pekerja bantuan, memastikan kembalinya semua pengungsi dan memberikan hak kewarganegaraan penuh kepada muslim etnis Rohingya.

Majelis umum PBB juga telah mendesak Myanmar untuk mengakhiri kampanye militer melawan Muslim Rohingya dan meminta pengangkatan utusan khusus PBB.

Namun, resolusi itu mendapat tentangan dari China, Rusia dan beberapa negara regional. Negara itu yakni, Kamboja, Laos, Filipina dan Vietnam. Mereka semua bergabung dengan Myanmar dalam memberikan suara menentang keputusan tersebut seperti yang terjadi di Belarus, Suriah dan Zimbabwe.

Lebih dari 650.000 muslim Rohingya telah meninggalkan negara bagian sejak operasi militer diluncurkan di negara bagian Rakhine pada akhir Agustus 2017. Pejabat Myanmar bersikeras bahwa kampanye tersebut bertujuan untuk membasmi militan Rohingya yang menyerang pos polisi pada 25 Agustus, namun PBB mengatakan bahwa kekerasan tersebut merupakan pembersihan etnis.

Pekan lalu, pelapor khusus PBB untuk Myanmar, Yanghee Lee, mengatakan bahwa dia telah dilarang negara tersebut dan bahwa pemerintah telah memotong semua kerja sama dengannya. (The Guardian/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.