Insiden Ustaz Abdul Somad Jadi Momentum Jatuhkan Citra Jokowi?

Rabu, 27 Desember 2017 - 12:17 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Insiden yang menimpa pendakwah kondang Indonesia, Ustad Abdul Somad saat menghadiri pengajian para imigran di Hongkong banyak disesali berbagai pihak. Setelah pemulangan paksa (deportasi, red) itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkesan bungkam dan polemik pun bergulir.

Menanggapi hal itu, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) dari Universitas Padjajaran Unpad, Muradi mengatakan, sebagai panglima tertinggi Negara, presiden Jokowi sebenarnya tidak perlu memberikan komentar terkait kasus yang menimpa Ustad Abdul Somad. Pasalnya, alumnus Al-Azhar mesir itu dinilai tidak sedang dalam melakukan tugas diplomasi negara.

“Lah urgensinya apa, Somad tidak dalam posisi menjalankan tugas negara dan itu (insiden somad) adalah bagian dari otoritas Hongkong dan RRT,” kata Muradi saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (26/12).

Lebih lanjut, kata Muradi, permasalahan ini dahulu juga pernah menimpa mantan panglima TNI, Gatot Nurmantyo saat akan menghadiri Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization di Washington DC, Amerika Serikat, pada 23-24 Oktober 2017.

Dalam menjalankan tugasnya, kehadiran Gatot beserta delegasinya di negeri Paman Sam sempat mendapatkan penolakan, dengan alasan yang tidak jelas. Padahal, Gatot telah mengantongi visa dari Amerika Serikat.

“Makanya kita perlu merespons sewaktu Gatot ditolak, nah kalau insiden Somad, saya kira proporsional saja,” ungkap Muradi.

Oleh karena itu, lanjut Muradi, sebaiknya lawan politik Jokowi tidak perlu memanfaatkan insiden Somad ini sebagai momentum untuk menjatuhkan citra pemerintah. Sebab, persoalan ini murni telah menjadi hak dan kewenangan dari otoritas pemerintah Hongkong.

“Kalau itu dimanfaatkan lawan politik Jokowi mah salah sasaran dan salah kamar. Berarti juga mereka nggak paham aturan diplomatik keluar masuk orang di suatu negara,” pungkasnya. (Fajar/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.