Setelah Ridwan Kamil Ditinggalkan Golkar, Kini Giliran Deddy Mizwar Didepak PKS dan PAN

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Peta politik pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa barat 2019 makin dinamis setelah Golkar meninggalkan Ridwan Kamil dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendepak Deddy Mizwar.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago memprediksi PKS dan Partai Amanat Nasional (PAN) akan mengikuti Gerindra sebagai pengusung Mayjen (Purn) Sudrajat pada Pilgub Jabar 2018. Pasalnya, kedua partai itu sudah menjalin kesepakatan koalisi dengan Gerindra pada Pilgub Jabar.

Namun, yang jadi pertanyaan saat ini adalah calon pendamping Sudradjat. Pangi menduga Sudradjat akan diduetkan dengan kader PKS yang sudah memiliki akar atau basis cukup kuat di Jabar.

Menurut Pangi, saat ini ada dua kader PKS yang berpeluang mendampingi Sudrajat. Yakni Ahmad Syaikhu dan Netty Heryawan.

“Sekarang posisinya kan cuma PKS yang masih menggantung, belum clear apakah mengusung Netty atau Syaikhu,” ujar Pangi kepada JawaPos.com, Senin (25/12).

Diketahui, Syaikhu merupakan wakil Wali Kota Bekasi. Sementara Netty adalah istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Sebelumnya, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Presiden PKS Sohibul Iman menandatangani kesepakatan kerja sama pada pilkada di lima provinsi termasuk Jabar.

Menurut Pangi, kerja sama itu jelas tidak menguntungkan bagi Deddy Mizwar yang sebelumnya digadang-gadang PKS dan PAN.

Dengan demikian, kata Direktur Voxpol Center itu, bila poros koalisi yang dibangun Gerindra itu tak berubah, maka Sudrajat akan berduet dengan kader PKS untuk Pilgub Jabar.

“Sangat mungkin akan terbentuk poros baru Sudrajat-Syaikhu atau Sudrajat-Netty,” pungkas Pangi. (Fajar/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...