Dua Proyek Bernilai Miliaran Rupiah Molor, Bupati Barru: Harus Dikenakan Denda

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BARRU — Jelang akhir tahun, berbagai proyek yang dianggarkan Tahun 2017 di Barru, dipastikan molor. Dua diantaranya proyek bernilai miliaran rupiah yang dianggarkan dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Dua proyek yang molor itu, adalah proyek Gedung Bolasobae dan Kantor Bappeda. Gedung Bolasobae senilai Rp 3.179.000.000 dan Kantor Bappeda Rp 2,1 miliar. Kedua proyek ini dipastikan didenda antara Rp 2,7 juta hingga Rp 2,8 juta per hari.

Bupati Barru Suardi Saleh bersama Kadis Pekerjaan Umum Herman Jaya dan Kepala Inspektorat, Kaharuddin pun sempat meninjau dua proyek tersebut, Rabu kemarin.

Menurut Bupati Barru Suardi Saleh, tidak ada alasan, proyek ini harus didenda. Meski progres dari pekerjaan Gedung Bolasobae dan Kantor Bappeda sudah mencapai antara 80 sampai 85 persen. Hampir setengah jam, Suardi memantau gedung Bolasobae dan meminta penjelasan dari Burhanuddin Ali tentang kondisi bangunan tersebut.

Selain memantau gedung Bolasobae. Bupati melanjutkan peninjauan ke pembangunan proyek jalan di Pasar Mattirowalie.

Mantan Kadis PU dan Kepala Bappeda Pinrang ini, menjelaskan jika keterlambatan beberapa proyek karena kesalahan perencanaan yang kemudian berpengaruh pada proses tender.

”Beginilah hasilnya sampai beberapa proyek terlambat rampung hingga batas kontrak,” pungkas Suardi .

Gedung Bola Soba’e sendiri akan berakhir kontraknya pada tanggal 29 Desember 2017, seperti diakui Kadis Pekerjaan Umum, Herman Jaya bahwa kedua rekanan proyek sudah mengajukan permohonan penambahan masa kerja.Tetapi kendati demikian tidak mungkin lagi selesai tepat waktu.

“Makanya denda kedua bangunan itu berkisar antara Rp 2,7 juta hingga Rp 2,8 juta per hari, ” tandas Herman. (udi/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...