Konten Cabul di WhatsApp Bikin Heboh

Minggu, 31 Desember 2017 - 17:10 WIB
FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pengguna WhatsApp sempat dibuat heboh dengan konten porno. Itu terjadi sekitar awal November 2017. Aplikasi pesan instan itu mendapat protes keras dari masyarakat Indonesia. Sebab dalam aplikasi penyedia layanan pesan singkat itu, terdapat konten porno berupa gambar GIF yang dapat diakses oleh penggunanya.

Penelusuran ketika itu, ada sejumlah emoticon berkonten pornografi dengan format GIF yang tersedia pada layanan WhatsApp. Gambar-gambar tidak pantas itu berupa video animasi pendek.

Sebagaimana dikutip dari laman Android Police, animasi GIF yang muncul di WhatsApp disediakan oleh Giphy dan Tenor, sejenis mesin pencari khusus GIF. Terkait peristiwa tersebut pihak WhatsApp menjelaskan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab dan tidak dapat memonitor konten GIF karena adanya sistem enkripsi end-to-end dalam aplikasi tersebut. Kejadian ini berujung pada pemblokiran layanan GIF yang terdapat dalam WhatsApp.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan bahwa Kemenkominfo sudah berkomunikasi dengan manajemen Whatsapp. Sementara pihak menyampaikan bahwa mereka telah menjalin komunikasi dengan Tenor dan Giphy sebagai pihak ketiga penyedia konten berformat GIF.

Ujungnya, pemerintah mengultimatum layanan pesan tersebut untuk ‘membersihkan’ platform dari konten asusila. Ancaman yang dilontarkan Kemenkominfo karena konten porno WhatsApp telah membuat keresahan di masyarakat.
Berita Terkait
Pengumuman! Layanan WhatsApp untuk BB dan Windows Phone Distop
FPI Klaim Facebook Rugi Besar Ditinggal Umat Islam!
FPI Siap Luncurkan Tiga Aplikasi Pengganti Facebook, WhatsApp, Google

Terlebih bagi mereka yang memiliki anak di bawah umur yang memakai aplikasi itu untuk berkirim pesan ke keluarganya. Dikhawatirkan jika tidak mendapatkan tindakan secara nyata dan segera, konten porno di Whatsapp akan memberikan dampak buruk yang lebih luas.

Belakangan diberitakan bahwa pihak Kemenkominfo menyatakan bahwa keinginan pemerintah sudah dipenuhi WhatsApp, sehingga Indonesia pun mencabut ancaman membekukan layanan tersebut di Indonesia.

(ryn/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.