Polisi Diminta Kembalikan Asset First Travel untuk Bayar Utang

Selasa, 2 Januari 2018 - 21:26 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Berkas perkara kasus dugaan penipuan dan pencucian uang First Travel sudah dinyatakan lengkap atau P21. Namun, hingga saat ini tiga orang tersangka yang ditetapkan oleh pihak kepolisian belum juga disidangkan.

Tiga orang tersangka yang ditetapkan polisi yakni, Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki.

“Sidang pidananya belum ada pemberitahuan, priode P21 itu jaksa diberikan waktu 20 hari untuk mempersiapkan dakwaan dan apabila dianggap masih memerlukannya dia masih punya waktu 30 hari lagi,” kata kuasa hukum Andika Surachman dan Annisa Hasibuan, Rusdianto kepada JawaPos.com, Selasa (2/1).

Ketiga tersangka First Travel rencananya akan disidangkan di Kejaksaan Negeri Depok. Rusdianto berharap pihak kepolisian dapat mengembalikan aset yang telah disita tersebut untuk dapat mengganti rugi para korban.

“Kita minta kepada polisi semua aset First Travel dikembalikan, karena dengan dibalikinnya harta yang disita akan memperkuat permodalannya,” ucap Rusdianto.

Sementara itu, menurut Rusdianto sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) First Travel saat ini sedang menunggu persetujuan untuk dapat memulangkan uang para korban.

“PKPU itu tinggal nunggu votting, votting proposalnya ini diterima atau nggak,” terang Rusdianto.

Menurut Risdianto, apabila First Travel ingin tidak pailit dalam sidang PKPU maka kewajibannya harus dapat memenuhi segala yang diinginkan oleh para korban.

“Upaya kreditur tidak mepailitkan kita kan gitu. Salah satunya kita berupaya untuk memberangkatkan semua jamaah,” jelas Rusdianto.

Lebih jauh Rusdianto menuturkan, jumlah kerugian total yang dialami para korban mengacu pada gugatan kefailitan hampir Rp 1 triliun. (Fajar/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.