Ia sih, Kasus Narkoba Menurun, tapi Kasus Obat-obatan malah Tinggi

Rabu, 3 Januari 2018 20:05
Ia sih, Kasus Narkoba Menurun, tapi Kasus Obat-obatan malah Tinggi

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN – Peredaran narkoba dan obat-obatan berbahaya di kota Banjarmasin tak ada habisnya. Meski kasusnya menurun, namun jumlah barang bukti yang diamankan terus bertambah. Fakta tersebut didapat dari tren kasus dua tahun terakhir.Peningkatan paling menonjol terjadi pada kasus penangkapan ekstasi. 2016 lalu barang bukti yang diamankan hanya 212 butir. Pada tahun 2017 jumlahnya jauh meningkat. Bahkan mencapai angka 1.212 butir.Pada kasus sabu-sabu, jumlah barang buktinya juga meningkat. Jika pada 2016 sebanyak 1.148,27 Gram, maka tahun lalu mencapai 1.511,79 Gram.Dibandingkan dengan tahun 2016, jumlah tersangka kasus narkoba pada 2017 memang sedikit menurun. Yang semula berjumlah 548, menjadi 490 orang. Hanya saja temua barang haram tersebut terus meningkat.5 September 2017 lalu, Polresta Banjarmasin bersama BPOM Banjarmasin juga berhasil mengamankan 7.020.000 butir pil carnophen. Penggerebekan dilakukan di sebuah gudang di Teluk Tiram Darat, Banjarmasin Barat. Sayangnya, hingga saat ini tak diketahui siapa pemiliknya.Penemuan carnophen tersebut menjadi kausus obat-obatan terbesar sepanjang 2017 di wilayah hukum kota Banjarmasin.  Jumlahnya bahkan jauh lebih besar dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai 1.187.462  butir.

Bagikan berita ini:
6
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar