Angkutan Online Dilarang Keluarkan Tarif Promo

Kamis, 4 Januari 2018 - 15:53 WIB

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Tarif angkutan online di Jawa Timur (Jatim) sudah seragam. Batas atasnya Rp 6.500 per km dan batas bawah Rp 3.500 per km. Aturan tersebut sudah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, ketentuan tarif angkutan online sudah final. Sebelumnya telah dilakukan tiga kali pembahasan. Akhirnya disepakati peraturan yang berdasarkan aspirasi masyarakat.

Penentuan tarif tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi intensitas persaingan antara angkutan online dan konvensional. “(Pemberlakuan tarif) Ini sebagai titik akhir dari semua kesepakatan dan kerukunan antara angkutan online dan non-online,” tegas Soekarwo di Gedung Grahadi, Surabaya, Kamis (4/1).

Kepala Dinas Perhubungan Jatim Wahid Wahyudi menegaskan, driver dan perusahaan aplikasi dilarang mengeluarkan harga promo. Sebab aturan tarif batas atas dan bawah tersebut sudah paling murah.

Penentuan tarif tersebut telah melalui perundingan dengan pihak angkutan online dan konvensional. “Karena untuk melindungi kepentingan bersama,” imbuh Wahid.

Di tempat sama, Head of Public Policy and Goverment Affair Uber Indonesia John Colombo menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan driver terkait ketentuan tarif dari pemerintah. Uber juga akan terus berkonsentrasi pada penyediaan dan layanan angkutan online. “Yang penting warga mendapat transportasi yang layak, nyaman, aman dan bisa diandalkan,” kata John.

Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Driver Online Jatim David Walalangi mengapresiasi langkah Pemprov Jatim. Dia mengimbau kepada semua driver dan perusahaan aplikator untuk mematuhi regulasi soal tarif.

Menurutnya, regulasi tarif dan rekrutmen adalah aspek yang belum dipatuhi driver dan aplikatornya. Untuk itu, dia berharap pemerintah konsisten dengan aturan pemberlakuan batas tarif tersebut. “Jadi tarif (wajib) seragam. Karena sekarang peraturan menteri sudah diberlakukan. Harus sesuai dong,” tukas David. (Fajar/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.