Tahun Politik, TNI-Polri Waspadai Isu SARA di Media Sosial

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tahun 2018 merupakan tahun politik, dimana akan digelar Pilkada Serentak. Tak terkecuali di Jateng, juga akan digelar pemilihan gubernur. Untuk mengantisipasi munculnya isu SARA, jajaran Polres Sukoharjo dan Kodim 0726/Sukoharjo merapatkan barisan. Penyebar SARA bakal ditindak tegas. Mereka telah menyiapkan tim untuk melakukan pantauan, khususnya di media sosial (medsos).

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, pihaknya menyiapkan tim khusus untuk menyelidiki penyebar isu SARA. ”Kita siapkan untuk pengawasan penyebar isu SARA dan ujaran kebencian,” tuturnya, Kamis (4/1).

Pihaknya yakin isu SARA masih favorit dijual dalam rangka kampanye. Namun, dia yakin di Sukoharjo tidak seperti itu. Upaya preventif dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak terkait., antara lain Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan  Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Sementara itu, dasar untuk menjerat para penyebar isu SARA medsos yakni dengan UU ITE. Untuk pengawasan di dunia maya pihaknya sudah menyediakan tim pengawas untuk berselancar di internet. Selain itu, polres sudah menggandeng masyarakat yang memiliki jaringan media sosial. Mereka akan melaporkan bila menemukan adanya penyebar isu SARA. ”Kita punya Subag Humas, Reskrim dan orang yang punya kemampuan IT,” papar Iwan Saktiadi.

Untuk tahun ini ada juga terobosan yang akan dilakukan Polres yakni berkaitan dengan pembentukan FKUB di Kecamatan. Dengan adanya FKUB di setiap kecamatan diharapkan bisa semakin damai dan memperlancar koordinasi.

Dandim 0726/Sukoharjo Letkol. Inf. Chandra Ariyadi Prakosa mengatakan, pihaknya juga mewaspadai tahun politik di 2018 ini. Bahkan, sudah ada instruksi dari pimpinan diatasnya untuk mewaspadai isu SARA. ”Intinya kita siap back up dan siap mewujudkan kondusivitas. Untuk meredam isu SARA, kita sudah melaksanakan koordinasi dengan FKUB,” jelasya.

Dandim juga berpesan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan isu SARA. Dia mengatakan, dalam kehidupan beragama jangan dicampurkan dengan politik praktis. (Fajar/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...