Kasus Ujaran Kebencian Ade Armando Dilimpahkan ke Polda Metro

Jumat, 5 Januari 2018 - 20:03 WIB

FAJAR.CO.ID — Kasus ujaran kebencian yang dilakukan akademisi Ade Armando terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, dilimpahkan Mabes Polri kepada Polda Metro Jaya.

Pelimpahan perkara dilakukan pada Rabu lalu (3/1/2018).

“Dua hari yang lalu sudah dilimpahkan,” terang Kepala Biro Penmas Divhumas Polri, Brigjen M. Iqbal, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Iqbal menjelaskan, pelimpahan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya karena terlapor merupakan orang yang sama, meski berbeda pelapor.

“Jadi kami limpahkan ke Polda Metro Jaya, kami akan melakukan supervisi di situ,” ujarnya.

Dengan begitu, pemeriksaan atas kasus tersebut ditangani langsung penyidik Polda Metro Jaya. Menurut Iqbal, terlapor Ade Armando segera dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Untuk pelapornya sudah diperiksa di Bareskrim, tapi diperiksa dalam konteks membuat laporan polisi,” imbuhnya.

Ade Armando sendiri dilaporkan FPI DKI Jakarta, LBH Bang Japar, dan seorang warga negara bernama Michael ke Bareskrim Polri pada 30 Desember lalu. Akademisi Universitas Indonesia tersebut dilaporkan karena pada 20 Desember mengunggah gambar imam besar FPI Rizieq Shihab dan beberapa orang mengenakan topi sinterklas dengan memberi keterangan ‘Parade Natal, 25 12, lokasi: Bundaran HI dan Monas’. Namun dalam keterangannya Ade mempertanyakan dengan menulis ‘ini hoax ya.’

Dia juga dilaporkan atas unggahannya yang mengomentari hadits nabi. Melalui akun sosial Facebook, Ade menulis ‘Hampir pasti isi hadis tidak persis sama dengan apa yang diucapkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad’ dan ‘Yang Suci itu Al Qur’an, Hadis mah kagak!’

Ade pernah dilaporkan ke Bareskrim oleh Ratih Puspa Nusanti, salah seorang murid Rizieq Shihab pada 28 Desember atas unggahan foto ulama mengenakan atribut natal. Laporan itu tertuang dalam LP/1442/XII/2017/Bareskrim dengan dugaan tindak pidana ujaran kebencian terkait sara. (fajar/rmol)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.