Tiga Hari yang Menentukan Pemenang Pilgub Sulsel

0 Komentar

MAKASSAR —Pemilihan Gubernur Sulsel memang baru akan digelar 27 Juni 2018 mendatang. Akan tetapi, siapa yang menjadi pemenang dalam pemilihan itu sedikit banyak akan ditentukan dalam tiga hari ke depan.

Seperti diketahui, sejauh ini, baru pasangan Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) yang dipastikan memenuhi syarat untuk mendaftar. Dengan dukungan sekitar 35 kursi sejauh ini, mereka diyakini tidak akan menemukan kendala untuk proses pendaftaran di KPU.

Sementara pasangan lain seperti Ikhsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS), serta Agus Arifin Nu’mang-Achmad Tanribali Lamo (AAN-TBL), sejauh ini masih sementara berjuang untuk memenuhi syarat pendaftaran di KPU yang akan dimulai 8 Januari mendatang.

Dengan pergerakan yang cukup massif yang dilakukan pendukung dan tim IYL-Cakka), mereka diyakini juga akan melenggang ke gelanggang pilgub. Dan yang menarik sejauh ini adalah perebutan partai politik yang melibatkan NA-ASS dan AAN-TBL. Keduanya bisa jadi akan tetap maju. Namun, tidak tertutup kemungkinan akan ada yang harus terjegal di detik-detik akhir jelang pendaftaran.

Meski sudah ditinggalkan Partai Gerindra, NA-ASS sejauh ini masih punya kans besar untuk maju. Syaratnya, PAN yang punya 9 kursi di DPRD Sulsel tidak boleh “membelot” sebab PDIP (5 kursi) dan PKS (6 kursi) tidak akan cukup memenuhi syarat. Sebagaimana syarat jumlah kursi, harus ada 20 % dukungan dari total 85 kursi atau 17 kursi yang harus dimiliki untuk bisa mendaftar.

Sedangkan AAN-TBL, di tangan mereka sejauh ini baru ada 12 kursi. Gerindra punya 11 kursi dan PBB memiliki 1 kursi. Secara otomatis, mereka masih harus mencari lima kursi tambahan. Mengambil PAN dari AN-ASS tentu sudah cukup. Demikian juga kalau misalnya, mereka bisa mendapatkan Demokrat yang punya 11 kursi.

Melihat konstalasi yang begitu cair, apapun bisa terjadi. Namun, perebutan rekomendasi parpol ini jelas tidak hanya sekadar lobi-lobi “buta” saja. Masing-masing pasangan pasti sudah punya strategi. Mereka akan berhitung untuk menang. Dalam situasi itu, NH-Aziz dan IYL-CAKKA jelas juga ada dalam “perang tersembunyi”. Sebab maju tidaknya NA-ASS dan AAN-TBL akan sangat mempengaruhi suara mereka di hari pemilihan.

Makanya, para pasangan saat ini dipastikan sedang berhitung peluang. Siapa yang harus berusaha dijegal dan siapa yang mesti diloloskan agar suara yang sudah ada dalam genggaman tidak tergerus oleh pasangan lain melainkan bertambah.

Hitung-hitungan kans untuk menang berdasarkan jumlah kontestan dan siapa kontestan itu, termasuk basis suaranya jelas tidak terhindarkan. Dan di sinilah peran konsultan politik dan pihak lain “cerdas” lainnya dalam tim akan bekerja. Mereka dipastikan akan menelisik situasi dan menghitung dengan baik peluang jagoan mereka untuk memenangi pertarungan Juni mendatang.

Kubu NH-Aziz sendiri sangat percaya diri bahwa mereka akan menjadi pasangan paling siap untuk mendaftar. “Jadi, kemungkinan kita nantinya adalah pendaftar pertama. Dan seluruh persiapan pendaftaran sudah sampai 99 %. Intinya tinggal ke KPU saja,” kata Sekretaris Gerakan NH-Aziz Satu Tujuan (GNH-17), Irwan Muin dikutip dari Fajar.

“Tidak ada persiapan khusus Pak NH (mendaftar) hanya sederhana, berkumpul, dan berangkat dari rumah Pak NH bersama para pendukung dan akan diantar oleh pengurus partai pengusung,” jelas Irwan.

Meski baru saja ditinggalkan Partai Gerindra, kubu NA-ASS juga sangat yakin mereka akan datang ke KPU untuk mendaftar. Seperti NH-Aziz, mereka sudah mengagendakan 8 Januari sebagai “hari baik” untuk mencatatkan nama di KPU sebagai calon peserta Pilgub Sulsel 2018.

“Kita tidak ingin bermuluk-muluk soal begini. Yang jelas, kami akan mendaftar 8 Januari. Kita lihat saja siapa yang mendaftar,” kata Ketua Tim Keluarga Nurdin Abdullah, Taufik Fachruddin.

Dengan optimisme sama dari AAN-TBL, sekarang atau dalam hal ini tiga hari ke depan akan menjadi hari-hari menentukan siapa yang akan bisa menjadi kontestan dan tentu saja menentukan siapa yang akan menjadi pemenang Pilgub. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...