Prasetyo Akui Penanganan Kasus Korupsi di Kejagung Masih Lemah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jaksa Agung HM Prasetyo mengakui bahwa kinerja institusi Kejaksaan Agung rendah dalam hal menangani perkara kasus korupsi. Dia beralasan karena yang ditangani oleh institusi kejaksaan tidak hanya kasus korupsi, tapi kasus pidana umum dan perdata. ‎

Dalam hal penanganan kasus korupsi, menurut Prasetyo institusi Kejaksaan Agung tidak sama seperti KPK yang khusus menangani kasus-kasus korupsi. ‎

“Sementara kalau KPK hanya korupsi saja. Sehingga itulah yang selalu dijadikan tolak ukur orang (masyarakat) bahwa kejaksaan ini kinerjanya rendah dan lain-lain,” kata Prasetyo saat refleksi kinerja akhir tahun sepanjang 2017 di Kejagung, Selasa (9/1).

Menurutnya, yang dijadikan dasar penilaian masyarakat terhadap kejaksaan, yakni terkait banyak atau tidaknya penanganan kasus korupsi. Sementara jumlah penanganan kasus korupsi di kejagung tidak begitu banyak seperti KPK. ‎

“Kita menyadari bahwa tolak ukur yang diberikan oleh masyarakat kepada kinerja kejaksaan adalah antara lain justru dilihat hanya seberapa banyak perkara korupsi yang ditangani oleh kejaksaan. Ini faktanya seperti itu,” ujar Prasetyo.

Oleh karena itu, dikatakan Prasetyo masyarakat seharusnya tidak bisa menyamakan kejaksaan dengan KPK dalam hal menangani kasus-kasus korupsi.

“Kami beda dengan KPK. Kalau KPK khusus hanya menangani perkara korupsi saja. Sementara kejaksaan banyak sekali perkara lain yang ditangani, bukan hanya korupsi karena jaksa sebagai pengacara negara, serta tugas-tugas lain yang diberikan oleh Undang-undang,” tandas Prasetyo.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kejagung, melalui Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) hanya menangani perkara tindak pidana korupsi di tingkat penyelidikan sebesar 149 persen atau sebanyak 1.331, dan di tingkat penyidikan sebesar 141 persen atau sebanyak 1.918, serta di tingkat penun‎tutan sebesar 158 persen atau sebanyak 1.364.

Terdapat pengurangan perkara di tingkat penuntutan jika dibandingkan dengan jumlah kasus yang ditangani di tingkat penyidikan. (Fajar/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...