Harga Minyak Dunia Melonjak, DPR: Kadang Faktor Kepentingan Politik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah mulai dihadapkan dengan kenaikan harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak dunia ini dipastikan akan berpengaruh signifikan terhadap ekonomi bangsa.

Untuk itu, Pemerintah secepatnya melakukan langkah jitu dalam menanggapi kenaikan harga minyak dunia.

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menuturkan, kenaikan harga minyak dunia ini sepenuhnya bukan nilai market yang formal, namun lebih pada nilai kompromi hingga belum menunjukan nilai market sesungguhnya.

“Menurut saya harga minyak yang sekarang ini sepenuhnya bukan nilai market yang formal, artinya kadang itu sebagi salah satu bentuk nilai sifatnya atau nilai kompromi,” kata Taufik di Gedung DPR RI, Rabu (10/1).

Menurut Wakil Ketua DPR Bidang Ekonomi dan Keuangan itu, naiknya harga minyak dunia kadang terpengaruh dengan kepentingan politik yang dimainkan, atau lebih pada faktor cuaca yang bisa dimainkan. Hingga ini tidak bisa dibilang real market price atau cover market.

“Jadi, kadang faktor kepentingan politik dan faktor cuaca bisa dimainkan, hingga tidak diketahui itu real market price atai sebagai cover market saja.
Tentu ini menjadi salah satu hal yang harus disikapi pemerintah kita, tidak boleh tergantung kepada acuan semata harga minyak dunia,” ucapnya.

Lanjut politisi asal Jawa Tengah itu, pemerintah harus melakukan reversifikasi energi terbarukan, karena akan sangat mempengaruhi dan ketergantungan dengan kaitan postur APBN.

“Kalau hanya semata-semata itu, dan tidak melakukan reversifikasi energi terbarukan, tentunya akan sangat mempengaruhi dan tergantung dengan kaitan postur APBN kita. Ini yang hrus kita cermati,” tutupnya. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...