Kabinet Jokowi Mulai Tak Sejalan, Begini Kata DPR

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti meledakan kapal asing yang dianggap ilegal mendapat protes keras dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

Protes Luhut ini menjadi problem tersendiri dalam kabinet kerja Joko Widodo. Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan berharap, kabinet kerja ini harus kompak dalam melakukan keputusan, agar tidak menjadi dinamisasi dalam internal dan terhembus ke publik.

“Saya berharap kabinet kerja ini betul-betul kompak. Jangan sampai dinamisasi internal, itu kemudian terkesan mengemuka dimasyrakat atau dipublik,” kata Taufik kepada wartawan, Rabu (10/1).

Menteri Susi secara tegas telah menjalankan keputusan meledakan kapal ilegal itu sudah beberapa tahun lalu. Namun, keputusan itu kini ditantang habis-habisan oleh Menteri Luhut.

“Satu menyampaikan harus diledakan kapal nelayan asing yang ilegal, kemudian pihak yang lain itu melarang bahkan ada semacam beda pandangan yang ridak perlu menyangkut masalah kebijakan pemerintah,” ucapnya.

Politisi Partai Amant Nasional (PAN) ini menyarankan agar perbedaan oendapat antara Menteri Susi dan Luhut, dikembalikan sepenuhnya kepada Presiden selaku pengambil kebijakan tertinggi di bangsa ini.

“Jadi seyogyanya kita kembalikan pada kebijakan Presiden, karena apa pun pemegang mandatori dan elektoral. Tapi jangan sampai ini dibiarkan juga, karena ini jika dibiarkan lantas ada statmen ibu Susi yang akan tetap meledakan seolah-olah akan menjadi kegaduhan baru, dan masyarakat tentunya menjadi bingung,” jelasnya.

Sebab itu, Taufik mengusulkan akan masalah ini dikembalikan pada mekanisme yang ada, apakah mau diledakab atau tidak.

“Dalam hal ini kita kembalikan saja kepada mekanisme yang ada kaitan, apakah perlu diledakan atau tidak. Terus manfaat diledakan maupun tidak tentunya kan semuanya sudah diatur, tinggal dibuat landasan hukumnya saja,” tutupnya. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...