Remaja Sukarela Masuk Kampung, Mengajar hingga Renovasi Sekolah

  • Bagikan
Relawan komunitas Bangku Pelosok memikul semen menuju SD Inpres Palembang Balassuka, Oktober tahun lalu. (Foto: IST/fajar.co.id)

Karena peduli siswa di kampung terpencil, relawan yang tergabung di Komunitas Bangku Pelosok "naik gunung" membantu.

================== Laporan: MUHLIS MAJID ==================

MENGGUNAKAN tandu yang dirakit dari bambu, relawan Bangku Polosok memikul meterial bangunan sejauh dua kilometer lebih. Akses menuju sekolah yang akan dibantu cukup sulit. Jalan menanjak dan menurun harus dilalui sambil memikul semen. Sekolah yang akan disasar komunitas ini, yakni SD Inpres Palembang Balassuka, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Sebelum dibantu, sekolah ini telah disurvei oleh komunitas Bangku Pelosok. Sekolah itu mendidik 80 murid, namun kondisinya sangat memperihatinkan. Khususnya Inprastruktur sekolah. Tidak ada aliran listrik, toilet, lantai kelas rusak, dinding yang kumuh, dan fasilitas untuk belajar dan mengajar serba terbatas. Murid-murid yang belajar di sana juga masih banyak yang ke sekolah tanpa seragam dan alas kaki. Komunitas Bangku Pelosok menurunkan 30 relawannya ke sana. Mereka bekerja selama empat hari, membenahi sarana-prasarana sekolah yang sangat terbatas. Dinding kelas yang kumuh dicat dan dilengkapi lukisan dinding, membangun pagar sekolah. Lantai kelas juga dicor secara gotong royong. Dananya dikumpulkan dari sejumlah dermawan. "Setelah semua pembenahan selesai, kita juga mengajar siswa dalam kelas. Mulai dari mengajarkan siswa membaca, menulis, keterampilan, hingga mengajak siswa belajar di luar kelas, bermain dan diberikan gim berhadiah," ungkap Ketua Bangku Polosok, Muh Sofyan Anax, saat ditemui di Makassar, Rabu, 10 Januari.

  • Bagikan